Apresiasi Rupiah Tertahan Kejatuhan Bursa  

Reporter

Editor

Rabu, 4 April 2012 17:41 WIB

REUTERS/Beawiharta

TEMPO.CO, Jakarta - Jatuhnya harga saham di bursa domestik dan keluarnya investor asing untuk mengamankan posisinya setelah indeks berhasil menembus level 4.200 membuat rupiah gagal melanjutkan apresiasinya terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Pengamat pasar uang dari PT Harvest International Futures, Tonny Mariano, mengatakan jatuhnya harga saham dan menguatnya dolar AS terhadap mata uang global membebani rupiah.

Ditundanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan rendahnya inflasi pada Maret kemarin tidak mampu membawa rupiah menguat lebih jauh. “Karena para pelaku pasar berekspektasi bahwa harga BBM akan naik sehingga memicu inlfasi,” ucapnya.

Di transaksi pasar uang hari ini, rupiah ditutup melemah tipis 8 poin (0,09 persen) ke level 9.140 per dolar AS. Melemahnya mata uang utama dunia terhadap dolar AS membuat mata uang regional, termasuk rupiah ikut terkena imbasnya.

Bank sentral AS (The Fed) yang tidak akan melakukan stimulus lanjutan direspons negatif di pasar finansial global. Bursa saham langsung berjatuhan dan mata uang yang berimbal hasil dan berisiko tinggi kembali melemah. Data ekonomi AS yang terus menunjukkan perbaikan menjadi alasan mengapa The Fed tidak melakukan stimulus. “Buat apa stimulus bila ekonomi sudah tumbuh,” tuturnya.

Indeks yang mengukur pergerakan dolar AS terhadap mata uang utama dunia sore ini pukul 17.33 WIB kembali naik 0,144 poin (0,18 persen) ke level 79,785. Mata uang tunggal Uni Eropa, euro melemah 0,51 persen menjadi US$ 1,3166, dan poundsterling terkoreksi 0,25 persen ke US$ 1,5874, sedangkan yen Jepang terapresiasi 0,76 persen ke level 82,18 per dolar AS.

Dolar Singapura sore ini melemah 0,31 persen, won Korea Selatan 0,43 persen, peso Filipina 0,33 persen, ringgit Malaysia turun 0,61 persen, serta bath Thailand juga terdepresiasi 0,39 persen terhadap dolar AS.

VIVA B. KUSNANDAR

Berita terkait

Terkini Bisnis: Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah, Astra Tebar Dividen Rp 21 T

7 jam lalu

Terkini Bisnis: Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah, Astra Tebar Dividen Rp 21 T

Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada levep Rp 16.259 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Baca Selengkapnya

Nilai Tukar Rupiah Makin Merosot, Rp 16.255 per USD

1 hari lalu

Nilai Tukar Rupiah Makin Merosot, Rp 16.255 per USD

Nilai tukar rupiah ditutup melemah 45 poin ke level Rp 16.255 per USD dalam perdagangan hari ini.

Baca Selengkapnya

Masih Loyo, Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp 16.210 per Dolar AS

4 hari lalu

Masih Loyo, Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp 16.210 per Dolar AS

Pada perdagangan Kamis, kurs rupiah ditutup melemah pada level Rp 16.187 per dolar AS.

Baca Selengkapnya

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Diyakini Menguat, Pasar Respons Kemenangan Prabowo-Gibran

5 hari lalu

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Diyakini Menguat, Pasar Respons Kemenangan Prabowo-Gibran

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini masih akan menguat pada rentang Rp 16.110 - Rp 16.180. Pasar merespons kemenangan Prabowo-Gibran.

Baca Selengkapnya

Terkini Bisnis: Putusan MK Tak Pengaruhi Rupiah, Indofarma Masih Tunggak Gaji Karyawan

7 hari lalu

Terkini Bisnis: Putusan MK Tak Pengaruhi Rupiah, Indofarma Masih Tunggak Gaji Karyawan

Ekonom menyebut putusan MK terkait sidang sengketa Pilpres tak banyak mempengaruhi nilai tukar rupiah.

Baca Selengkapnya

Ekonom Sebut Putusan MK Tak Beri Pengaruh Signifikan terhadap Nilai Tukar Rupiah

7 hari lalu

Ekonom Sebut Putusan MK Tak Beri Pengaruh Signifikan terhadap Nilai Tukar Rupiah

Yusuf Wibisono menilai bukan putusan MK yang memberi pengaruh terhadap nilai tukar rupiah, melainkan konflik geopolitik dan kebijakan The Fed.

Baca Selengkapnya

Pelemahan Rupiah dan IHSG Berlanjut, Airlangga: Indonesia Masih Lebih Baik

7 hari lalu

Pelemahan Rupiah dan IHSG Berlanjut, Airlangga: Indonesia Masih Lebih Baik

Kendati terjadi pelemahan rupiah, Airlangga mengklaim rupiah masih lebih baik dibanding mata uang lain. IHSG juga diklaim lebih baik dari negara lain.

Baca Selengkapnya

Peneliti Paramadina Sebut Nilai Tukar Rupiah Melemah Bukan karena Konflik Iran-Israel

7 hari lalu

Peneliti Paramadina Sebut Nilai Tukar Rupiah Melemah Bukan karena Konflik Iran-Israel

Nilai tukar rupiah yang melemah menambah beban karena banyak utang pemerintah dalam denominasi dolar AS.

Baca Selengkapnya

Rupiah Diprediksi Menguat di Tengah Putusan MK, Penutupan Perdagangan Rp 16.237

8 hari lalu

Rupiah Diprediksi Menguat di Tengah Putusan MK, Penutupan Perdagangan Rp 16.237

Rupiah diprediksi dan tak terpengaruh dengan putusan MK. Rupiah spot hari ini ditutup pada Rp 16.237 per dolar AS.

Baca Selengkapnya

Konflik Iran-Israel Disebut Perparah Nilai Tukar Rupiah, BI Diminta Naikkan Suku Bunga

8 hari lalu

Konflik Iran-Israel Disebut Perparah Nilai Tukar Rupiah, BI Diminta Naikkan Suku Bunga

Konflik Timur Tengah ini dikhawatirkan akan bereskalasi menjadi perang yang lebih besar. Nilai tukar rupiah semakin melemah.

Baca Selengkapnya