Soal Isu Rush Money di Bank, OJK: Kalau Iseng Sebar Kebohongan, Laporkan Polisi

Kamis, 27 Agustus 2020 14:27 WIB

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso meninggalkan gedung KPK setelah pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 13 November 2018. Wimboh Santoso diperiksa sebagai saksi untuk pengembangan penyelidikan kasus tindak pidana korupsi aliran dana bailout Bank Century yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 6,7 triliun. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso meminta masyarakat tak mempercayai desas-desus yang disampaikan pihak-pihak tak bertanggung jawab di media sosial tentang isu kebangkrutan perbankan. Informasi sumir itu sebelumnya disebut telah mengajak masyarakat melakukan rush money atau menarik uang besar-besaran di bank.

“Soal ajakan orang (menarik uang di bank), kalau iseng menyebar kebohongan ya dilaporkan polisi, ditanya apa maksudnya dan diproses. Sebab itu tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya bahwa likuiditas bank baik. Suplai likuiditas cukup melimpah,” tutur Wimboh dalam konferensi pers yang digelar secara virtual pada Kamis, 27 Agustus 2020.

Wimboh menjelaskan, pemerintah telah memiliki mitigasi agar likuiditas perbankan tidak kering selama masa pandemi. Belum lama ini, misalnya, pemerintah telah mengucurkan dana Rp 30 triliun lewat Himbara atau himpunan bank negara yang ditujukan bagi penyaluran kredit UMKM.

Dengan demikian, Wimboh menyebut suplai likuiditas perbankan sejauh ini dalam kategori aman. Penempatan dana ini pun berdampak memberikan efek confident atau kepercayaan pelaku industri kepada industri jasa keuangan.

Di samping itu, dengan penempatan dana tersebut, perbankan diyakini memiliki ruang yang lebih luas dari sisi keuangan. Sehingga, uang perbankan yang semula didedikasikan untuk kredit bisa dimanfaatkan untuk pos-pos lain.

Advertising
Advertising

Wimboh melanjutkan, kondisi krisis pandemi sangat berbeda dengan krisis moneter yang terjadi pada 1997-1998. Saat awal krisis pandemi terjadi, pihaknya telah menerbitkan Peraturan OJK Nomor 11 Tahun 2020 yang mengatur restrukturisasi kredit. Di saat yang sama, Bank Indonesia menurunkan tingkat suku bunga sehingga nasabah terbantu.

“Kalau 1997 dan 1998 itu telat, menunggu nasabah bangkrut dan akhirnya bank jadi default. Kalau sekarang, semua oke, tertata, NPL oke. Dalam kondisi ini, jangan serta-merta mengkategorikan default,” ucapnya.

Baca juga: Rush Money Jadi Viral di Medsos, Ini Penjelasan BCA

Berita terkait

Hilirisasi Banyak Dimodali Asing, Bahlil Sentil Perbankan

4 hari lalu

Hilirisasi Banyak Dimodali Asing, Bahlil Sentil Perbankan

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia buka suara soal dominasi penanaman modal asing (PMA) atau investasi asing ke sektor hilirisasi di Indonesia.

Baca Selengkapnya

Kenaikan BI Rate Berpotensi Tekan Penyaluran Kredit

4 hari lalu

Kenaikan BI Rate Berpotensi Tekan Penyaluran Kredit

Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 6,25 persen bisa berdampak pada penyaluran kredit.

Baca Selengkapnya

Meski Sama-sama Entitas Perbankan Ketahui 6 Perbedaan BPR dan Bank Umum

13 hari lalu

Meski Sama-sama Entitas Perbankan Ketahui 6 Perbedaan BPR dan Bank Umum

Bank perkreditan rakyat (BPR) dan bank umum merupakan dua entitas keuangan yang memberikan layanan perbankan. Apa perbedan keduanya?

Baca Selengkapnya

OJK Cabut Izin Usaha 10 BPR hingga April 2024, Ini Sebabnya

13 hari lalu

OJK Cabut Izin Usaha 10 BPR hingga April 2024, Ini Sebabnya

Dalam empat bulan di 2024 ada 10 bank perkreditan rakyat (BPR) yang bangkrut dan dicabut izin usahanya oleh Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.

Baca Selengkapnya

15 Perusahaan Terbaik untuk Kembangkan Karier Versi LinkedIn, Banyak di Sektor Keuangan

16 hari lalu

15 Perusahaan Terbaik untuk Kembangkan Karier Versi LinkedIn, Banyak di Sektor Keuangan

Jaringan profesional LinkedIn merilis daftar Top Companies 2024 edisi ketiga untuk Indonesia.

Baca Selengkapnya

Bank Indonesia Sebut 176 Ribu Orang Tukarkan Uang Baru Menjelang Idul Fitri

24 hari lalu

Bank Indonesia Sebut 176 Ribu Orang Tukarkan Uang Baru Menjelang Idul Fitri

Bank Indonesia (BI) mencatat total penukaran uang baru mencapai Rp 1,13 triliun per 3 April 2024 atau H-7 Lebaran.

Baca Selengkapnya

Bank BJB Buka Layanan Operasional Terbatas dan Weekend Banking selama Libur Lebaran

26 hari lalu

Bank BJB Buka Layanan Operasional Terbatas dan Weekend Banking selama Libur Lebaran

Selama periode libur Hari Raya Idul Fitri, Bank BJB tetap membuka beberapa jaringan kantor melalui kegiatan operasional terbatas dan layanan weekend banking.

Baca Selengkapnya

Terkini: Tol Bocimi Ambrol Penanganan Permanen Setelah Lebaran, Anggota DPR Usul Jasa Marga Buat Rest Area Fungsional

29 hari lalu

Terkini: Tol Bocimi Ambrol Penanganan Permanen Setelah Lebaran, Anggota DPR Usul Jasa Marga Buat Rest Area Fungsional

Ruas jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi atau Tol Bocimi mengalami longsor, diduga karena intensitas hujan deras pada Rabu malam

Baca Selengkapnya

BCA Umumkan Penyesuaian Jadwal Operasional selama Libur Lebaran

29 hari lalu

BCA Umumkan Penyesuaian Jadwal Operasional selama Libur Lebaran

BCA mengumumkan penyesuaian jadwal operasional kantor cabang selama periode libur Idul Fitri 2024 berdasarkan hari libur yang ditetapkan pemerintah.

Baca Selengkapnya

Restrukturisasi Kredit Berakhir, Bank Mandiri: Sebagian Debitur Terdampak Telah Masuk Tahap Normalisasi

31 hari lalu

Restrukturisasi Kredit Berakhir, Bank Mandiri: Sebagian Debitur Terdampak Telah Masuk Tahap Normalisasi

Bank Mandiri menyatakan bahwa kondisi para debiturnya yang terdampak Covid-19 telah kembali normal.

Baca Selengkapnya