Penjualan Starbucks Tak Sesuai Harapan, Harga Saham pun Tertekan

Sabtu, 27 Januari 2018 19:59 WIB

Ilustrasi minuman Starbucks. Bill Hogan/Chicago Tribune/MCT via Getty Images

TEMPO.CO, Jakarta -Starbucks mencatatkan pertumbuhan yang mengecewakan pada kuartal IV 2017. Akibatnya harga saham pada perdagangan Jumat lalu, 26 Januari 2018 tertekan hingga enam persen.

Penjualan Starbucks yang tak mencapai target menjadi sentimen negatif di pasar modal. Selama 2017, Starbucks mencatatkan angka penjualan sebesar US$ 6,07 miliar atau naik 6 persen dari tahun sebelumnya.

CEO Starbucks Kevin Johnson mengatakan penjualan selama musim liburan pada Desember 2017, amat mengecewakan. Selain kopi, penjualan merchandise seperti cangkir dan tumbler pun tak sebagus yang diharapkan.

Penjualan Starbucks di seluruh dunia sebenarnya naik 2 persen pada tahun fiskal. Meski naik, angka itu lebih rendah 3 persen dibandingkan yang dperkirakan para anailis.

Perusahaan asal Seattle ini melaporkan laba bersih sebesar US$ 2,25 miliar. Laba ini meningkat dari periode yang sama dibanding tahun sebelumnya yakni sebesar US$ 751,8 juta.

Advertising
Advertising

Adapun pendapatan yang berasal dari kenaikan yang tidak berulang mencapai 65 sen per saham, lebih tinggi dari perkiraan Zack Investment Research sebesar 57 sen per saham.

Peningkatan penjualan Starbucks pada kuartal I 2017 yakni sebesar 2 persen, tercatat menurun dari periode yang sama tahun 2016 sebesar 3 persen. Merujuk FactSet, angka tersebut juga meleset dari target yang diperkirakan para analis yakni sebesar 3 persen.

Dilansir dari ABCNews, Starbucks menyatakan akan berfokus merampingkan bisnisnya. Beberapa langkah yang akan diambil yakni memikat lebih banyak pelanggan untuk membeli makanan dan kopi di sore hari dan membuka lebih banyak toko di Cina. Cina merupakan pasar dengan pertumbuhan tercepat bagi Starbucks.

Kendati begitu, perusahaan optimistis tahun ini bisnis dapat bertumbuh lebih baik lantaran terimbas perubahan kebijakan perpajakan Amerika Serikat. Starbucks memperkirakan harga saham mereka akan berada pada rentang US$ 2,48 hingga US$ 2,53 per saham, naik dari pergerakan sebelumnya sebesar US$ 2,30 hingga US$ 2,33 per saham.

Starbucks juga menyatakan akan menggunakan penghematan pajak mereka untuk kenaikan gaji 150 ribu pekerja, hibah saham, dan ekspansi.

BUDIARTI UTAMI PUTRI | THE TELEGRAPH | ABCNEWS

Berita terkait

Usai Dihujat Pamer Starbucks Tutupi Ka'bah, Zita Anjani Mengaku untuk Pancing Obrolan

6 hari lalu

Usai Dihujat Pamer Starbucks Tutupi Ka'bah, Zita Anjani Mengaku untuk Pancing Obrolan

Zita Anjani membuat unggahan klarifikasi bahwa foto gelas Starbucks yang menutupi Ka'bah adalah upaya untuk memancing obrolan.

Baca Selengkapnya

Dampak Boikot, Pewaralaba Starbucks di Timur Tengah Pecat 2.000 Pekerja

57 hari lalu

Dampak Boikot, Pewaralaba Starbucks di Timur Tengah Pecat 2.000 Pekerja

Pemilik waralaba Starbucks di Timur Tengah pada Selasa mengakui bahwa mereka telah mulai memecat sekitar 2.000 pekerja akibat boikot anti-Israel

Baca Selengkapnya

Dirut MAP Boga Adiperkasa Pengelola Starbucks Indonesia Resmi Mengundurkan Diri

59 hari lalu

Dirut MAP Boga Adiperkasa Pengelola Starbucks Indonesia Resmi Mengundurkan Diri

PT MAP Boga Adiperkasa Tbk (MAPB) mengumumkan pengunduran diri Direktur Utama, Anthony Cottan. MAPB merupakan pengelola Starbucks di Indonesia.

Baca Selengkapnya

Terdampak Aksi Boikot, Starbucks Indonesia Tegaskan Tak Beri Dukungan Finansial ke Israel

24 Februari 2024

Terdampak Aksi Boikot, Starbucks Indonesia Tegaskan Tak Beri Dukungan Finansial ke Israel

Starbucks Indonesia menyebut tidak memberikan dukungan finansial maupun keuntungan kepada pemerintah atau tentara Israel dengan cara apa pun.

Baca Selengkapnya

Boikot Berhasil, Penjualan McDonald's dan Starbucks Turun

6 Februari 2024

Boikot Berhasil, Penjualan McDonald's dan Starbucks Turun

McDonald's adalah salah satu dari beberapa merek Barat, termasuk Starbucks dan Coca Cola, yang mengalami boikot karena dianggap pro-

Baca Selengkapnya

Marak Aksi Boikot, Starbucks Indonesia Sebut Toko Lebih Sepi dan Mitra Terdampak

1 Februari 2024

Marak Aksi Boikot, Starbucks Indonesia Sebut Toko Lebih Sepi dan Mitra Terdampak

Starbucks menjadi salah satu merek yang terkena dampak kampanye boikot Israel, Malaysia dan negara-negara di Tim

Baca Selengkapnya

Starbucks Buka Gerai Ramah Lingkungan Pertama di Indonesia

28 Januari 2024

Starbucks Buka Gerai Ramah Lingkungan Pertama di Indonesia

Gerai kopi Starbucks di Lebak Bulus ini memiliki fasilitas pengisian daya mobil listrik dan dihiasi dengan karya seni dari limbah plastik.

Baca Selengkapnya

Masih Kena Boikot, Starbucks Tegaskan Tidak Dukung Israel

19 Januari 2024

Masih Kena Boikot, Starbucks Tegaskan Tidak Dukung Israel

Starbucks menegaskan kembali mereka tidak pernah memberikan dukungan kepada Israel.

Baca Selengkapnya

Yakuza Jadi Buron setelah Tembak Mati Pria di Starbucks

16 Januari 2024

Yakuza Jadi Buron setelah Tembak Mati Pria di Starbucks

Seorang anggota senior sindikat kejahatan Yakuza masuk daftar buronan karena diduga menembak mati seorang pria di sebuah gerai Starbucks di Jepang

Baca Selengkapnya

Bos McD Akui Pasar di Timur Tengah dan Sejumlah Negara Terdampak Serangan Israel ke Gaza

5 Januari 2024

Bos McD Akui Pasar di Timur Tengah dan Sejumlah Negara Terdampak Serangan Israel ke Gaza

CEO McDonald's mengakui bahwa beberapa pasar di Timur Tengah dan di luar kawasan mengalami "dampak bisnis yang berarti" karena konflk Hamas Israel

Baca Selengkapnya