Inilah Bandara yang Dijadikan Badan Layanan Umum

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah pesawat Merpati MA 60 rute Bajawa-Kupang tergelincir di Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur, (10/6). Kecelakaan ini diduga karena mesin pesawat mengalami kerusakan yang menyebabkan 25 penumpang terluka dan tidak tedapat korban jiwa. TEMPO/Jhon Seo

    Sebuah pesawat Merpati MA 60 rute Bajawa-Kupang tergelincir di Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur, (10/6). Kecelakaan ini diduga karena mesin pesawat mengalami kerusakan yang menyebabkan 25 penumpang terluka dan tidak tedapat korban jiwa. TEMPO/Jhon Seo

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura I memaparkan, bandara-bandara di bawah operasinya merugi sepanjang 2014, direncanakan akan diambil alih oleh Kementerian Perhubungan.

    Sekretaris Perusahaan Angkasa Pura I Farid Indra Nugraha saat dihubungi di Jakarta, Kamis, 11 Juni 2015, menyebutkan terdapat enam bandara yang masih merugi, di antaranya Frans Kaisiepo Biak, El Tari Kupang, Pattimura Ambon, Lombok Praya, Adisumarmo Solo, dan Sam Ratulangi Manado.

    "Ada sekitar enam bandara yang masih merugi di tahun 2014 yang juga masih merugi pada tahun sebelumnya," ungkapnya.

    Farid merinci Bandara Frans Kaisiepo Biak merugi Rp32 miliar pada 2014 atau meningkat 18 persen dari 2013 senilai Rp27 miliar. El Tari Kupang merugi Rp18 miliar 2014 atau meningkat 100 persen dari 2013 sebesar Rp9 miliar. Lalu, Bandara Pattimura Ambon merugi Rp30 miliar atau sama seperti 2013 Rp30 miliar.

    Selain itu, Bandara Lombok Praya rugi Rp30 miliar atau menurun 17 persen dari Rp36 miliar 2014 dari pada 2013, Bandara Adisumarmo Solo rugi Rp20 miliar atau meningkat 17 persen dari Rp17 miliar pada 2013, dan Bandara Sam Ratulangi Manado yang rugi Rp21 miliar atau naik 300 persen dari Rp7 miliar pada 2013.

    Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan, mengusulkan akan mengambil alih bandara-bandara merugi yang dikelola oleh AP I dan II untuk dijadikan badan layanan umum (BLU) agar kondisi keuangan perusahaan bisa lebih baik.

    Farid mengaku mendukung upaya pemerintah akan mengurangi beban operasional perusahaan. "Apabila diambil alih oleh Kemenhub tentu akan lebih mudah untuk dikembangkan," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki

    Pemerintah Lebanon meyakini ledakan di Beirut disebabkan 2.750 ton amonium nitrat. Banyak orang membandingkannya dengan bon atom Hiroshima Nagasaki.