Pemerintah Kurang Sigap Hadapi Kenaikan Harga Sembako

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasar Wonokromo Surabaya. TEMPO/Dwi Narwoko

    Pasar Wonokromo Surabaya. TEMPO/Dwi Narwoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi VI DPR menilai setidaknya ada tiga faktor yang menyebabkan adanya kenaikan harga bahan pokok jelang bulan puasa dan lebaran yang memang acapkali terjadi.

    Ketiga faktor tersebut adalah praktik kecurangan, permainan harga komoditas oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan secara tidak wajar, dan importasi komoditas secara illegal.

    "Tiga hal itu telah mendistorsi pasar domestik sehingga tidak berjalan secara efesien," kata Wakil Ketua Komisi VI DPR Heri Gunawan seperti dikutip dalam website DPR, Selasa, 2 Juni 2015.

    Menurutnya, pemerintah sepertinya tidak siap dalam merespon praktik kecurangan, permainan harga dan importasi komoditas illegal. Hal itu dapat dilihat dari masih maraknya aksi kecurangan dan masih banyaknya produk pangan ilegal yang beredar di pasaran.

    "Pemerintah harus lebih aktif menecermati fluktuasi harga-harga tersebut. Jika tidak, maka bisa dipastikan inflasi akan semakin tinggi dan kondisi ini sangat memperihatinkan," ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.