Jasa Marga Akan Ambil Alih Saham Thiess Contractor Indonesia  

Reporter

Editor

Saroh mutaya

Jumat, 29 Mei 2015 19:00 WIB

Para petugas derek Jasa Marga, turun kejalan saat menggelar aksi unjuk rasa di kantor Jasa Marga Tol Tangerang-Jakarta, Kebon Nanas, Banten, 4 November 2014. Mereka menuntut pengusutan dugaan korupsi di PT Jasa Marga. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasa Marga Tbk tengah melakukan uji tuntas pengambilalihan saham PT Thiess Contractor Indonesia dalam proyek Jalan Tol Serpong-Cinere untuk segera menentukan nilai saham yang akan dibayarkan.

Sekretaris Perusahaan Jasa Marga David Wijayatno mengatakan Jasa Marga telah melakukan kesepakatan awal dengan Thiess terkait dengan pengambilalihan saham dalam proyek jalan tol itu.

Untuk mengakuisisi saham Thiess, Jasa Marga turut menggandeng dua perusahaan lain, yaitu Waskita Toll Road dan Jakarta Propertindo. Konsorsium tersebut mengalahkan dua pesaing lain yang berminat atas proyek tersebut, yakni PT Nusantara Infrastructure dan PT Astratel Nusantara.

“Thiess sudah sepakat akan menyerahkannya ke kami, jadi dua investor lainnya sudah tidak jadi,” ucapnya.

David menargetkan, dalam dua bulan ini, sudah ada kepastian terkait dengan transaksi pengambilalihan saham. Untuk saat ini, David menuturkan belum dapat mengungkapkan kemungkinan nilai saham dan dana yang disiapkan Jasa Marga untuk akuisisi.

Meski demikian, menurut dia, Jasa Marga belum dapat memastikan kapan konstruksi proyek tersebut akan dimulai, mengingat pembebasan lahan seluas 76 hektare untuk ruas tersebut baru memasuki tahap sosialisasi dan inventarisasi.

Kebutuhan investasi untuk ruas ini mencapai Rp 2,2 triliun, dengan biaya konstruksi mencapai Rp 881 miliar dan masa konsesi 35 tahun. David mengatakan nantinya investasi untuk ruas jalan tol sepanjang 10,14 kilometer ini akan mengandalkan 30 persen dari ekuitas perusahaan, sedangkan 70 persennya dari pinjaman perbankan.

Namun, ucap dia, financial closing baru akan diusahakan setelah pembebasan lahan menunjukkan perkembangan yang signifikan. Jasa Marga akan menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 55 persen, sedangkan Waskita akan memiliki 35 persen dan JakPro 10 persen.

“Jadi pengambilalihan ini untuk memastikan dulu bahwa Jasa Marga yang nantinya akan mengelola ruas ini,” ujarnya.

BISNIS



Berita terkait

BI Catat Rp 2,47 T Modal Asing Tinggalkan RI Pekan Ini

8 hari lalu

BI Catat Rp 2,47 T Modal Asing Tinggalkan RI Pekan Ini

BI mencatat aliran modal asing yang keluar pada pekan keempat April 2024 sebesar Rp 2,47 triliun.

Baca Selengkapnya

Hari Ini IHSG Diperkirakan Menguat, Saham Apa Saja yang Potensial Dilirik?

13 hari lalu

Hari Ini IHSG Diperkirakan Menguat, Saham Apa Saja yang Potensial Dilirik?

Analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Reza Priyambada memperkirakan IHSG pada awal pekan ini menguat bila dibandingkan pekan lalu. Apa syaratnya?

Baca Selengkapnya

Senin Depan, BEI Terapkan Full Call Auction di Papan Pemantauan Khusus

45 hari lalu

Senin Depan, BEI Terapkan Full Call Auction di Papan Pemantauan Khusus

BEI akan menerapkan mekanisme perdagangan lelang berkala secara penuh atau full call auction di Papan Pemantauan Khusus pada Senin pekan depan.

Baca Selengkapnya

Pekan Keempat Februari, Aliran Modal Asing Masuk Rp 1,01 Triliun

25 Februari 2024

Pekan Keempat Februari, Aliran Modal Asing Masuk Rp 1,01 Triliun

Aliran modal asing tetap surplus kendati ada penjualan Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), karena jumlah modal masuk ke pasar saham jauh lebih besar.

Baca Selengkapnya

Microsoft Salip Apple di Pasar Saham dengan Keunggulan AI

30 Januari 2024

Microsoft Salip Apple di Pasar Saham dengan Keunggulan AI

Para investor sepakat bahwa Microsoft berkembang jauh lebih signifikan dibanding Apple, bahkan untuk lima tahun ke depan.

Baca Selengkapnya

Israel Selidiki Investor Untung Jutaan Dollar karena Sudah Antisipasi Serangan Hamas 7 Oktober

5 Desember 2023

Israel Selidiki Investor Untung Jutaan Dollar karena Sudah Antisipasi Serangan Hamas 7 Oktober

Israel sedang menyelidiki klaim peneliti AS bahwa beberapa investor mungkin telah mengetahui sebelumnya tentang rencana serangan Hamas

Baca Selengkapnya

Potensi Bursa Karbon Cukup Besar, Bos OJK: 71,95 Persen Karbon Masih Belum Terjual

4 Desember 2023

Potensi Bursa Karbon Cukup Besar, Bos OJK: 71,95 Persen Karbon Masih Belum Terjual

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi menjelaskan bahwa ke depan potensi bursa karbon masih cukup besar.

Baca Selengkapnya

BEI Ungkap Penyebab Sepinya Bursa Karbon Dibandingkan dengan Bursa Saham

30 November 2023

BEI Ungkap Penyebab Sepinya Bursa Karbon Dibandingkan dengan Bursa Saham

Dari sisi transaksi bursa karbon tercatat sudah ada lebih dari 490 ribu ton dengan nilai harga jual karbon terakhir senilai Rp 59.200.

Baca Selengkapnya

2024, BEI Bidik Nilai Transaksi Harian Rp 12,25 Triliun

26 Oktober 2023

2024, BEI Bidik Nilai Transaksi Harian Rp 12,25 Triliun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membidik rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pada tahun 2024 sebesar Rp 12,25 triliun pada tahun 2024.

Baca Selengkapnya

Transaksi Harian Jeblok 29 Persen, BEI: Ada Shifting Investasi dengan New Normal

7 Oktober 2023

Transaksi Harian Jeblok 29 Persen, BEI: Ada Shifting Investasi dengan New Normal

Bursa Efek Indonesia (BEI) membeberkan alasan nilai transaksi harian di pasar modal Indonesia yang jeblok dibandingkan tahun lalu.

Baca Selengkapnya