Demo 212, Pengiriman Barang ke Thamrin dan Sudirman Ditunda  

Jum'at, 02 Desember 2016 | 17:24 WIB
Demo 212, Pengiriman Barang ke Thamrin dan Sudirman Ditunda  

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Asosiasi Logistik Indonesia Zaldy Masita mengatakan ada keterlambatan pengiriman barang selama ada aksi damai 2 Desember 2016. Keterlambatan itu terjadi untuk barang yang dialamatkan di daerah Thamrin dan Sudirman, Jakarta Pusat.

"Enggak bisa dikirim karena jalanan penuh, macet," kata Zaldy saat dihubungi Tempo, Jumat, 2 Desember 2016. Menurut dia, barang-barang yang tertunda pengirimannya itu paling lambat akan dikirim keesokan harinya.

Keterlambatan pengiriman barang di daerah yang sama juga terjadi saat aksi demo 4 November lalu. Zaldy mengatakan keterlambatan yang terjadi saat demo 411 lebih lama karena aksi yang berlangsung hingga malam. "Yang hari ini lebih besar tapi lebih cepat selesainya, kami harap sore ini kalau jalan sudah buka kami antarbarang lagi," katanya.

Zaldy mengatakan adanya penundaan pengiriman membuat pihaknya harus membayar klaim pengaduan. "Itu kan buat customer terlambat. Kami janji sampai hari ini tapi ternyata tidak bisa. Kalau ada yang komplain kami ganti," ujarnya.

Zaldy mengatakan ada beberapa perusahaan pengiriman yang menutup kantornya hari ini. Karena itu, perusahaan tak wajib membayar ganti rugi.

Aksi damai 212 selesai setelah peserta melaksanakan salat Jumat di Monumen Nasional. Sekitar pukul 15.00 WIB, massa berangsur-angsur meninggalkan lokasi. Jalanan diperkirakan akan kembali lancar pada pukul 17.00 WIB.

Anggota Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI menggelar Aksi Bela Islam III di Monas. Aksi yang diisi doa bersama, salat berjemaah, tausiah, dan zikir ini merupakan kelanjutan dari Aksi Bela Islam I dan II. Aksi ini bertujuan meminta penegak hukum menahan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang menjadi tersangka penodaan agama Islam.

MAYA AYU PUSPITASARI

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Berita Terbaru