4 Langkah Kemendag Menjaga Kestabilan Harga Pangan Selama Ramadan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Karyawan Gunarso (kiri), Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih, dan Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian dalam diskusi soal ketersediaan pangan menghadapi Ramadan dan Idul Fitri di Galeri Nasional, Jakarta Pusat, Ahad, 28 Mei 2017. TEMPO/Diko Oktara

    Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Karyawan Gunarso (kiri), Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih, dan Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian dalam diskusi soal ketersediaan pangan menghadapi Ramadan dan Idul Fitri di Galeri Nasional, Jakarta Pusat, Ahad, 28 Mei 2017. TEMPO/Diko Oktara

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih mengatakan ada empat langkah yang diambilnya dalam menstabilkan harga pangan di Ramadan dan Idul Fitri. Selain itu langkah ini juga dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan pokok.

    "Langkah pertama adalah penguatan regulasi," kata Karyanto Suprih saat ditemui di Galeri Nasional, Jakarta Pusat, Ahad, 28 Mei 2017.

    Karyanto Suprih menuturkan pihaknya sudah mengeluarkan Permendag nomor 20 tahun 2017 tentang pendaftaran pelaku distribusi barang kebutuhan pokok. Aturan itu mewajibkan pelaku usaha distribusi bahan pokok untuk melaporkan distribusi dan stok barang pokok.

    Baca: BPS Klaim Harga Komoditas Pokok Turun Menjelang Ramadan

    Regulasi lainnya adalah Permendag nomor 27 tahun 2017 tentang penetapan harga acuan pembelian di tingkat petani dan harga acuan penjualan di konsumen. "Ada harga eceran tertinggi untuk minyak goreng kemasan sederhana, gula pasir dan daging untuk ritel modern," ucap Karyanto.

    Lalu ada juga, Permendag nomor 30 tahun 2017 tentang ketentuan impor produk hortikultura, di mana mengatur tata niaga impor bawang putih. "Barang (bawang putih) bisa di-trace ke mana, tak boleh disimpan," ujar Karyanto.

    Langkah kedua yang dilakukan adalah mengadakan rapat dengan BUMN dan pelaku usaha dan penugasan untuk Bulog. Diketahui Kemendag pernah mengadakan rapat bersama Dinas Perdagangan Provinsi seluruh Indonesia membahas barang kebutuhan pokok.

    Baca: Tak Laporkan Gudang dan Pasokan, Izin Distributor Akan Dibekukan

    Sedangkan penugasan Bulog adalah untuk memperluas wilayah pemasaran daging impor di luar Jabodetabek, kecuali daerah yang melarang peredaran daging impor. Kemudian juga meminta Bulog membuka lapak eceran gula di pasar rakyat.

    Langkah ketiga adalah pemantauan dan pengawasan dari eselon I Kementerian Perdagangan di seluruh Indonesia. Kemendag memantau 165 pasar rakyat dan 10 pasar induk dalam hal ini dan mereka juga dibantu oleh Badan Pusat Statistik yang memantau 173 pasar rakyat.

    Langkah terakhir adalah melakukan upaya khusus seperti penetrasi pasar ke pasar rakyat dan ritel modern. Misalnya seperti menginstruksikan para importir untuk melakukan operasi bawang putih ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, dan Pasar Osowilangun di Surabaya.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.