Rel Porong Masih Terendam, KAI Batalkan Jadwal 4 Kereta Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daops) VIII Surabaya memperbaiki rel kereta pi menggunakan kereta api Profile Ballast Regulator (PBR) di kawasan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, 12 Februari 2016. ANTARA FOTO

    Petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daops) VIII Surabaya memperbaiki rel kereta pi menggunakan kereta api Profile Ballast Regulator (PBR) di kawasan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, 12 Februari 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.COSidoarjo - PT Kereta Api Indonesia (KAI) membatalkan sebagian perjalanan kereta yang melintasi jalur Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Pembatalan itu dilakukan karena jalur kereta yang bersebelahan dengan tanggul kolam lumpur Lapindo tersebut masih terendam banjir.

    Manajer Hubungan Masyarakat PT KAI Daerah Operasional 8 Surabaya Suprapto mengatakan perjalanan kereta api yang dibatalkan adalah Bima, Jayabaya, Logawa, dan Sritanjung. "Berlaku mulai Rabu besok," katanya saat dihubungi Tempo, Selasa, 16 Februari 2016.

    Menurut Suprapto, kereta api Bima dan Jayabaya—yang biasanya mengangkut penumpang rute Malang-Surabaya-Jakarta—hanya melayani perjalanan Surabaya-Jakarta. Pembatalan perjalanan dari Malang dilakukan sampai Jumat, 19 Februari 2016.

    Adapun untuk kereta api Logawa dan Jayabaya rute Purwokerto/Lempuyangan-Surabaya-Jember-Banyuwangi mulai Rabu besok hingga Kamis, 18 Februari 2016, hanya melayani penumpang dari Purwokerto/Lempuyangan-Surabaya.

    Dengan demikian, kata Suprapto, skema pengalihan sebagian perjalanan menggunakan bus ditiadakan. "Jadi, mulai besok, skema dalam mengatur perjalanan 30 kereta api yang melintas di jalur Porong adalah skema pembatalan sebagian perjalanan KA."

    Sebelumnya, PT KAI memberlakukan tiga skema perjalanan. Tiga skema itu adalah pembatalan sebagian rute, pengalihan rute, dan penggunaan armada bus untuk melanjutkan perjalanan ke kota tujuan.

    Jalur kereta api di Porong tidak bisa dilewati sejak Kamis, 11 Februari 2016, pukul 19.03. "Sampai saat ini juga belum bisa dilewati. Info terakhir yang kami terima dari petugas di lapangan, ketinggian air masih 40 sentimeter di atas kop rel," ujarnya.

    Suprapto menuturkan intensitas hujan yang tinggi bukan satu-satunya penyebab banjir. Banjir Porong juga terjadi karena Sungai Ketapang, yang selama ini jadi tempat pembuangan air, meluap akibat air laut pasang.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.