Ribuan Warga Bekasi Nikmati Jaringan Gas Kota dari Pertagas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jokowi (kiri) mengecek instalasi pipa dan meteran gas saat meresmikan penyaluran gas bumi sektor rumah tangga ke Rusun Marunda, Jakarta, 25 September 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Jokowi (kiri) mengecek instalasi pipa dan meteran gas saat meresmikan penyaluran gas bumi sektor rumah tangga ke Rusun Marunda, Jakarta, 25 September 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat akhirnya dapat menikmati fasilitas jaringan gas kota (city gas) yang dikelola PT Pertamina (Persero) melalui perusahaan afiliasinya PT Pertagas Niaga.

    Untuk tahap awal, fasilitas jaringan gas kota yang dibangun Ditjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tahun Anggaran 2014 tersebut, mengalir ke sekitar 900 rumah di wilayah Desa Jaya Mukti, Cikarang Pusat, dan Kelurahan Serta Jaya, Cikarang Timur, pada Kamis (11 Februari 2016).

    Selanjutnya, pengaliran gas ke rumah-rumah warga akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai 4.000 sambungan rumah tangga. Menurut Presiden Direktur PT Pertagas Niaga Jugi Prajogio, sumber gas untuk jaringan gas kota tersebut berasal dari sumur Pertamina EP di wilayah Jawa Barat dengan alokasi 0,2 juta kaki kubik per hari (MMscfd). 

    “Bekasi merupakan kota kedua yang menikmati fasilitas jaringan gas kota yang dikelola Pertamina pada 2016, setelah Bulungan di Kalimantan Utara. Ini adalah bentuk sinergi Pertamina. Gasnya dari Pertamina EP, menggunakan pipa transmisi Pertagas, dan pengelolanya Pertagas Niaga,” ujar Jugi, melalui keterangan resmi yang diterima, Jumat (12 Februari 2016).

    PT Pertagas Niaga, lanjut dia, menargetkan seluruh sambungan jaringan gas di Bekasi bisa teraliri semua pada tahun ini. Pasalnya, banyak potensi pelanggan kecil yang bisa memanfaatkan jaringan gas kota untuk usahanya.

    Pengelolaan jaringan gas kota sendiri, memang menjadi bidang komersialisasi PT Pertagas Niaga, mengingat anak perusahaan PT Pertamina Gas yang resmi berdiri pada 2010 itu memiliki lingkup bisnis komersialisasi gas bumi, baik melalui gas pipa, dalam bentuk CNG, LNG serta pengembangan jaringan gas kota.

    “Niaga gas meliputi membeli dan memasarkan gas produksi Pertamina EP, PHE/JOB, dan KKS, pemasaran dilakukan kepada konsumen industri,” kata Jugi.

    Saat ini, Pertagas Niaga tercatat telah mengoperasikan jaringan gas kota di Kota Jambi, Sengkang, Prabumulih, dan Kabupaten Sidoarjo dengan jumlah pengguna sekitar 17.000 pelanggan. Dengan pengoperasian ini, maka seluruh jumlah pelanggan jaringan gas Pertamina ditargetkan akan mencapai 46.500 pelanggan hingga akhir tahun.

    Sambutan hangat diungkapkan masyarakat atas pengoperasian gas kota tersebut seperti yang disampaikan oleh Martin Harjawinata, Kepala Desa Jaya Mukti. Menurut dia, warga sudah sejak lama menanti gas kota tersebut mengalir di Bekasi. “Kami dan Pertamina sudah melakukan sosialisasi, dan sambutan warga sangat baik, “ ujar Martin.

    Jaringan gas kota adalah jaringan pipa gas yang dibangun untuk mendistribusikan gas langsung ke rumah tangga atau pelanggan kecil. Di Indonesia, lokasi yang dialiri jaringan gas diutamakan adalah wilayah yang memiliki sumur gas dan telah tersedia infrastruktur pipa gas.

    Sesuai dengan Kepmen ESDM No. 3328 K/12/MEM/2015, pada tahun ini, Pertagas Niaga menargetkan akan mengalirkan gas di kota/kabupaten lain. Di antaranya Kabupaten Sidoarjo, Ogan Ilir, Subang, Bontang, dan Lhokseumawe.

    Penggunaan jaringan gas kota bagi masyarakat, memiliki sejumlah keuntungan, yakni lebih aman, praktis, hemat serta mendukung program pemerintah untuk melaksanakan diversivikasi energi.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.