Di Depan Ratusan Siswa, Jokowi Ingatkan Persiapan MEA  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko

    Presiden Joko "Jokowi" Widodo. AP/Tatan Syuflana

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo mengingatkan kepada semua pelajar, dari tingkat SMP hingga SMA atau SMK, untuk siap dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2016. Kesiapan itu harus dilihat dari peningkatan prestasi, jiwa kepemimpinan, dan kecintaan terhadap bangsa serta negara dalam pendidikan budi pekerti di sekolah.

    "Tiap zaman tantangannya berbeda. Tantangan bangsa kita ke depan akan semakin berat dan kompleks. Persaingan kita sekarang sudah antarnegara," kata Jokowi di Istana Negara dalam pidato sambutan pembukaan Kawah Kepemimpinan Pelajar, Rabu, 18 November 2015. "Harus tahu, mulai 1 Januari 2016, dimulai MEA, tidak ada lagi batas, semua bisa lalu-lalang antarnegara."

    Jokowi berharap, dengan adanya pelatihan dan pendidikan Kawah Kepemimpinan Pelajar ini, semua siswa bisa dididik dan dibentuk karakternya sesuai program pemerintah yang tertuang dalam Nawacita. Artinya, karakter dan budi pekerti siswa kian berkembang. Juga, peningkatan prestasi agar generasi muda Indonesia bisa siap dalam menghadapi MEA.

    Di depan ratusan siswa yang berasal dari berbagai sekolah yang ada di Indonesia itu, Jokowi juga memberikan contoh beberapa tokoh nasional yang patut ditiru jiwa kepemimpinan dan keteladanannya. Misalnya, Bung Karno, Bung Hatta, KH Hasyim Ashari, dan Ki Hadjar Dewantara.

    "Kita juga belajar dari para pendahulu kita. Pemimpin itu kaya akan budi pekerti, mau melayani rakyat, jadi sandaran rakyat, dan mau mendedikasikan hidupnya untuk bangsa," ujar Jokowi. "Program Kawah Kepemimpinan Pelajar ini harus menjadi Candradimuka. Dimulai kepemimpinan sejak dini."

    Pembukaan program Kawah Kepemimpinan Pelajar 2015 diikuti 1.176 pelajar SMP, SMA, dan SMK dari seluruh Indonesia di Istana ‎Negara, Jakarta. Mereka adalah pengurus OSIS SMP sebanyak 514 orang, SMA 306 orang, dan SMK 306 orang. Ada juga siswa dari Papua dan Papua Barat dari program Afirmasi Pendidikan Menengah (Adem) di enam provinsi sebanyak 50 orang. Program ini memberikan materi kepada siswa soal dasar-dasar kepemimpinan dan pengembangan karakter kebangsaan.

    REZA ADITYA
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.