Lazada Akui Salah Kirim untuk Kedua Kali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lazada.co.id

    Lazada.co.id

    TEMPO.COJakarta - Perusahaan jual-beli online, PT Lazada Indonesia, mengakui adanya kesalahan kirim untuk yang kedua kali. Keluhan yang disampaikan melalui Twitter tersebut sudah direspons dengan mengirimkan produk sesuai dengan pesanan konsumen. 

    "Kami mengetahui bahwa kemarin sore, tanggal 8 Juli 2015, salah satu konsumen kami menerima produk yang berbeda dari yang ia pesan," kata Public Relation Manager PT Lazada Indonesia Tania Amalia melalui keterangan persnya, Kamis, 9 Juli 2015. 

    Menurut Tania, PT Lazada sudah menghubungi konsumen dan menggantinya dengan sesuai pesanan. "Kami mengirimkannya dalam waktu 24 jam," ujarnya.‎

    Selain itu, ucap Tania, Lazada sedang dalam proses penyelidikan terulangnya kejadian salah kirim tersebut. "Sedang diperiksa secara saksama." ‎

    Lazada kembali menjadi perbincangan netizen karena kasus salah kirim barang pesanan. Kali ini seorang pengguna Twitter mengeluh karena telepon seluler merek Zenfone6 yang dipesan temannya tak sampai di tangan.

    "Hi @LazadaID, ini gmn ya tmn sy order hp asus zenfone6 yg dtg isinya KISPRAY!! Tlp ke CC-nya lazada gabisa dihhub tks," cuit Villy Zulaiqa lewat akun @VILLYZM, Rabu, 8 Juli 2015. Cuitan Villy pun mendapatkan retweet 23 kali.‎

    Kejadian ini bukan yang pertama. Kasus serupa pernah dilakukan Lazada. Pembeli yang menggunakan akun @danisdarusman mengaku membeli sebuah iPhone 6 Plus. Namun, bukannya menerima ponsel yang dipesan, Danis justru dikirimi sabun batangan.

    Kekesalan Danis disampaikan melalui akun Twitter-nya. "Minggu lalu beli iphone 6+ di @LazadaID & yg dateng kayak gini. Enteng & 100% bukan iphone isinya. Aku mesti gimana min?" tulis Danis di Twitter, Minggu, 28 Juni 2015.‎ Setelah berkomunikasi, Lazada akhirnya memberikan iPhone 6 Plus yang dipesan Danis.

    FAIZ NASHRILLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.