Warga Banyuwangi Disuruh Beli Saham Tambang Emas?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penambang emas tradisional. TEMPO/ Arie Basuki

    Penambang emas tradisional. TEMPO/ Arie Basuki

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Masyarakat Banyuwangi, Jawa Timur, diharapkan membeli saham perusahaan penambang emas, PT Merdeka Copper Gold Tbk. “Karena pemerintah Banyuwangi juga punya saham di sana,” kata Sekretaris Kabupaten Banyuwangi Slamet Kariyono, Senin, 18 Mei 2015.

    Pada Jumat, 15 Mei 2015, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengumpulkan para pimpinan daerah, termasuk camat, di Hotel Santika. Mereka dikumpulkan untuk mendengarkan paparan penawaran umum saham perdana (initial public offering-IPO) PT Merdeka Copper Gold Tbk.

    Perusahaan tambang ini melepas 874.363.644 saham atau setara 21,7 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga IPO yang ditawarkan sebesar Rp 1.800-2.100 per saham.

    Menurut Slamet, selain masyarakat, pegawai negeri sipil juga bisa membeli saham PT Merdeka. Namun tidak ada intruksi khusus yang mewajibkan PNS membeli saham. “Disesuaikan dengan kemampuan saja,” ujarnya.

    Ia mengatakan pemerintah Banyuwangi belum mengetahui berapa bagian yang didapatkan daerah dari penjualan saham tersebut. Persentase pembagian akan dibicarakan lebih lanjut pada rapat pemegang saham.

    Direktur Utama PT Merdeka Copper Gold Tbk, Adi Ardiansyah Sjoekri, optimistis bisa meraih dana segar dari IPO sekitar Rp 1,57-1,83 triliun. Target tersebut diyakini bisa tercapai meksipun perusahaan baru berproduksi pada akhir 2016. Dana hasil IPO sekitar 50 persen untuk belanja modal anak usaha, PT Bumi Suksesindo (BSI). "Sisanya 40 persen untuk pelunasan utang dan 10 persen modal kerja," katanya.

    Perseroan akan memfokuskan penawaran saham kepada publik Banyuwangi. "Kami ingin masyarakat Banyuwangi bisa merasakan manfaat dari kehadiran perusahaan," katanya. Perseroan akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 12 Juni 2015.

    IKA NINGTYAS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.