Tempe Naik Kelas di Belanda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah makanan unik berbahan dasar tempe dihadirkan dalam  acara Lokarya Tempe Nasional di Gedung SMESCO di Kawasan Gatot Subroto, Jakarta (12/06). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Sejumlah makanan unik berbahan dasar tempe dihadirkan dalam acara Lokarya Tempe Nasional di Gedung SMESCO di Kawasan Gatot Subroto, Jakarta (12/06). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Tempe disajikan secara menarik oleh tiga chef Indonesia dari tiga negara: Belanda, Belgia dan Republik Cek dalam acara promosi kuliner yang bertajuk Temp(e)tation dengan tema "When Tempe can make its own words" di restoran Bali James, Breda, Belanda.

    Acara Temp(e)tation menghadirkan chef Jimmy Lo Hamzah (Belanda), Yudi Yahya (Belgia), dan Ari Mundandar (Republik Cek) serta mengundang para jurnalis majalah kuliner, blogger, pengusaha restoran, dan artis Belanda, demikian Minister Counsellor Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Den Haag, Azis Nurwahyudi kepada Antara London, Senin, 11 Mei 2015.

    Menurut Azis, tempe diolah sebagai bahan dasar aneka makanan yang cocok untuk disajikan dalam fine dining. Tidak kalah dengan makanan dari mancanegara, tiga chef Indonesia menerima tantangan menyajikan tempe dengan rasa dan sajian yang menawan.

    "Tempe yang biasanya diolah secara tradisional kali ini menjadi makanan kelas tinggi karena garapan ketiga chef tersebut,"  ujarnya.

    Chef Jimmy Lo Hamzah menyajikan botok tempe, yang biasanya dimasak secara tradisional, menjadi makanan pembuka dengan racikan ayam, daun kemangi, potongan kelapa dan dibungkus dengan daun pisang. Botok tempe terasa khas namun menjadi berbeda karena penyajian.

    Selain botok, Jimmy juga menyajikan perkedel tempe yang digabungkan dengan nasi dan sayur lodeh. Perkedel tempe sangat cocok sebagai pasangan sayur lodeh.

    Chef Yudi Yahya, yang tampil pada sesi kedua, menyajikan tempe dimasak mirip makanan Eropa dengan nama Le Tempe de Mer. Dipadu dengan scallop, asparagus, dan mojo, tempe menjadi semacam steak yang rasanya luar biasa.

    Adapun menu kedua, tempe dipadukan dengan udang dan diberi nama Sailing Tempe on Prawn. Tempe menjadi bahan utama disajikan bersama kentang yang dilembutkan disantap dengan udang bakar. 

    Pada sesi terakhir acara Temp(e)taion menghadirkan chef Ari Munandar dari Indonesia yang pernah menyajikan makanan untuk Dalai Lama dan Robert de Niro. Chef menampilkan makanan ala Italia berbahan dasar tempe.

    Raviolo Tempe Mangiami adalah kreasi Ari yang menampilkan potongan tempe untuk isian raviolo, makanan khas Italia. Padu padan ini menghasilkan rasa dan penampilan yang tidak kalah menarik dibanding makanan Italia lainnya. Ari juga menyajikan Sparkling Seaworld, tempe yang disajikan dengan ikan dan puree tempe dengan sauce clam.

    Bagi Ari Munandar, menyajikan tempe dengan kelas yang berbeda merupakan tantangan tersendiri. Sebagai chef yang malang melintang di Republik Cek, ia tertantang menginternasionalkan tempe dan memasukkan dalam menu fine dining

    Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Den Haag Ibnu Wahyutomo mengatakan tempe merupakan makanan tradisional khas Indonesia yang dapat menjadi salah satu aset diplomasi kuliner Indonesia. Ibnu juga menyinggung tentang asal usul tempe dan sejarahnya yang sama tuanya dengan sejarah Yogyakarta itu sendiri.

    Para undangan mendapatkan penjelasan tentang asal usul tempe yang sudah tertulis di Serat Sri Tanjung dari abad ke-12 dan proses pembuatan tempe di Jawa, termasuk berbagai jenis tempe yang ada, seperti tempe koro, tempe benguk, dan tempe gembus.

    Selama acara Temp(e)tation berlangsung, undangan memberikan aneka komentar. Mereka umumnya tidak menyangka tempe diolah dengan menggabungkan masakan lain menjadi lebih unik, lebih enak, dan menarik. 

    Makanan tersebut terasa seperti sesuatu yang menggabungkan antara Timur dan Barat, seperti pendapat Ricky Risolles, artis Belanda keturunan Indonesia yang sangat menyukai makanan leluhurnya, sehingga memakai risoles sebagai nama bekennya.

    Detty Janssen, seorang food blogger, menggagas acara serta menyampaikan niatnya untuk melakukan promosi tempe yang sudah dikenal di Belanda. "Tempe yang selama ini dimasak secara tradisional dapat ditingkatkan menjadi makanan kelas tinggi, tidak sebagai pengganti daging, tapi sebagai menu utama," ujar Detty, yang lama menetap di Belanda.

    Acara Temp(e)tation merupakan salah satu bentuk diplomasi kuliner hasil kerja sama KBRI Den Haag dengan masyarakat Indonesia di Belanda. Saat ini di seluruh Belanda terdapat sekitar 1.600 rumah makan Indonesia. 

    Promosi tempe menjadi salah satu makanan kelas tinggi adalah upaya menjadikan tempe, yang mudah di dapat di Belanda, sebagai makanan khas Indonesia yang layak dikonsumsi di berbagai restoran dan hotel modern, demikian Azis Nurwahyudi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.