Luhut Sebut Angka Kasus Harian Covid-19 Sudah Turun 50 Persen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luhut Binsar Pandjaitan yang dijuluki sebagai Menteri Segalanya ini, bukan hanya sekali merangkap sejumlah jabatan. Sebelumnya Luhut ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi pimpinan sementara di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), menggantikan Edhy Prabowo yang diciduk KPK. REUTERS/Darren Whiteside

    Luhut Binsar Pandjaitan yang dijuluki sebagai Menteri Segalanya ini, bukan hanya sekali merangkap sejumlah jabatan. Sebelumnya Luhut ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi pimpinan sementara di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), menggantikan Edhy Prabowo yang diciduk KPK. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.COJakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut angka penambahan kasus Covid-19 harian sudah turun 50 persen dari puncak peningkatan penyebaran virus per 15 Juli 2021 lalu. Adapun kasus harian per 15 Juli tercatat sebanyak 56.757 kasus.

    “Sejak puncak pada 15 Juli sampai pada kemarin dan tadi ada penurunan, kita melihat angka (penurunan kasus) itu sudah 50 persen. Ini memberi harapan bagus, tapi kita tetap harus hati-hati karena menghadapi delta varian,” ujar Luhut dalam konferensi pers yang digelar Senin petang, 2 Agustus 2021.

    Luhut yang juga Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali ini mengatakan penurunan angka harian kasus Covid-19 terjadi akibat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Darurat dan PPKM Level 4 yang berlangsung mulai 3 Juli hingga 2 Agustus 2021. Penurunan kasus diikuti dengan membaiknya angka bed occupancy rate atau BOR di sejumlah rumah sakit.

    Meski terjadi penurunan kasus Covid-19, Luhut mengatakan masyarakat masih harus mewaspadai risiko penyebaran virus corona akibat adanya peningkatan mobilisasi di beberapa kota serta fluktuasi angka kematian. Ia mengungkapkan, beberapa kabupaten dan kota yang sebelumnya tergolong pada level 3 harus dinaikkan kembali ke level 4 lantaran karena jumlah angka kematian melonjak.

    “Beberapa daerah yang perlu perhatian khusus karena tingginya positivity rate dan angka kematian adalah Bali, Malang Raya, DIY, dan Solo Raya. Tapi ini sudah ditangani dan kita mestinya lihat akan membaik,” ujar Luhut.

    Presiden Jokowi sebelumnya memutuskan memperpanjang PPKM Level 4 hingga 9 Agustus 2021. Dia menjelaskan PPKM Level 4 yang diperpanjang sepekan ke depan akan menyesuaikan dengan aktivitas dan kondisi masing-masing daerah.

    Untuk mengurangi beban masyarakat akibat PPKM, kata Jokowi, pemerintah akan mendorong percepatan realisasi bantuan sosial. “Pemerintah akan mendorong percepatan program PKH, bansos tunai, dan BLT Desa, serta bantuan untuk usaha mikro kecil, PKL, dan warung. Bantuan subsidi upah sudah mulai berjalan, dan bapnres mikro sudah mulai diluncurkan,” ujar Jokowi.

    Baca: Jokowi: PPKM Level 4 Sejak 26 Agustus Bawa Perbaikan Skala Nasional


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.