Covid Naik Usai Lebaran, Airlangga: Keterisian Tempat Tidur RS Naik 40 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat 20 Maret 2020. Pemerintah resmi meluncurkan situs Kartu Prakerja yang diharapkan dapat membantu tenaga kerja yang terdampak COVID-19 untuk meningkatkan keterampilan melalu berbagai jenis pelatihan secara daring yang dapat dipilih sesuai minat masing-masing pekerja. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat 20 Maret 2020. Pemerintah resmi meluncurkan situs Kartu Prakerja yang diharapkan dapat membantu tenaga kerja yang terdampak COVID-19 untuk meningkatkan keterampilan melalu berbagai jenis pelatihan secara daring yang dapat dipilih sesuai minat masing-masing pekerja. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus Covid-19 mengalami kenaikan usai lebaran Idul Fitri 2021. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pun menyebut kenaikan kasus ini membuat Bed Occupancy Ratio (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur di Rumah Sakit meningkat.

    Kenaikan terjadi BOR terjadi di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Sehingga, kapasitas tempat tidur isolasi maupun ICU di RS bertambah 30 sampai 40 persen.

    "Utamanya di Kabupaten/Kota yang termasuk Zona Merah dan BOR tinggi di atas 60 persen," kata Airlangga dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu, 13 Juni 2021.

    Per 12 Juni 2021, ada tiga daerah dengan BOR di atas 60 persen. DKI Jakarta (68 persen), Jateng (67 persen), dan Jabar (65 persen). Angka ini merupakan yang tertinggi secara nasional dan jauh lebih tinggi dari BOR Nasional yang sebesar 49,64 persen.

    ADVERTISEMENT

    Hingga 13 Juni 2021, Airlangga mencatat kasus harian terkonfirmasi bertambah 9.868. Kalau dibandingkan dengan data rata-rata seminggu sebelumnya (7DMA), maka kasus terkonfirmasi tercatat naik 27,32 persen, kasus aktif meningkat 3,97 persen, kasus kematian naik 7,92 persen, dan jumlah pasien dirawat di RS juga meningkat 24,5 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.