Ada Larangan Mudik, Sandiaga Uno Sebut Masyarakat Bisa Staycation

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja pariwisata beraktivitas di destinasi wisata Waterbom Bali, Kuta, Badung, Bali, Kamis 25 Februari 2021. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan akan terus melakukan berbagai upaya promosi dan berharap program vaksinasi COVID-19 serta kepatuhan terhadap protokol kesehatan dapat memulihkan kondisi sektor pariwisata yang terpuruk di Pulau Dewata. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    Pekerja pariwisata beraktivitas di destinasi wisata Waterbom Bali, Kuta, Badung, Bali, Kamis 25 Februari 2021. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan akan terus melakukan berbagai upaya promosi dan berharap program vaksinasi COVID-19 serta kepatuhan terhadap protokol kesehatan dapat memulihkan kondisi sektor pariwisata yang terpuruk di Pulau Dewata. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    TEMPO.Co, Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan kementeriannya sedang menyusun program untuk masyarakat pada masa libur Lebaran di tengah kebijakan larangan mudik agar pelaku usaha tak terpukul. Salah satunya, Sandiaga menyebut masyarakat bisa melakukan staycation atau menginap di hotel atau vila di kotanya masing-masing.

    “Ini menjadi suatu peluang buat kita menciptakan produk-produk seperti staycation untuk kegiatan bagi masyarakat yang tidak mudik tahun ini," ujar Sandiaga dalam keterangan tertulis pada Selasa petang, 30 Maret 2021.

    Selain staycation, Sandiaga mengatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk membuka destinasi wisata di tengah kota dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Protokol ini mengacu pada aturan pembatasan kegiatan masyarakat berskala mikro yang sedang berlaku.

    Menurut dia, kebijakan larangan mudik sangat penting dalam menekan angka penularan Covid-19. Ia menyatakan kementeriannya mendukung keputusan pemerintah untuk meniadakan mudik pada akhir Ramadan nanti.

    Sandiaga pun memastikan tidak ada pertentangan antara sektor pariwisata dan pemerintah. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini meyakini larangan mudik justru menjadi peluang untuk pelaku usaha menciptakan produk-produk kreatif yang dapat dijual sebagai hantaran Lebaran melalui platform teknologi.

    Dengan begitu, masyarakat yang ingin bersilaturahmi bisa mengirimkan paket atau parcelnya berisi beragam produk kuliner, fashion, hingga kerajinan ke kampung halaman lewat e-commerce yang telah bekerja sama dengan UMKM.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.