Jalan Terimbas Longsor di Tol Surabaya-Gempol Kembali Dapat Dilalui Kendaraan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi - Longsor akibat tanah bergerak di Desa Kalijering, Kecamatan Padureso, Kabupaten Kebumen , Jawa Tengah, pada 9 Februari 2021. (ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Kebumen)

    Ilustrasi - Longsor akibat tanah bergerak di Desa Kalijering, Kecamatan Padureso, Kabupaten Kebumen , Jawa Tengah, pada 9 Februari 2021. (ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Kebumen)

    TEMPO.CO, Jakarta - Jalur Jalan Tol Surabaya-Gempol KM 6+200 yang terdampak longsor kini dapat dilalui kendaraan. General Manager RO 3 Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division Hendri Taufik mengatakan sebanyak tiga lajur di jalan bebas hambatan itu telah beroperasi normal.

    "Namun pada sisi right of way atau ROW masih dilakukan kegiatan berupa pekerjaan pelengkap bangunan perkuatan tanah sehingga pengguna jalan kami minta untuk tetap berhati-hati," ujar Hendri pada Ahad, 28 Februari 2021.

    Longsor terjadi di KM 6 Jalan Tol Surabaya-Gempol pada 26 Januari lalu. Permukaaan tanah sepanjang 30 meter di jalan tersebut mengalami longsor hingga 1,5 meter. Tepatnya, longsor terjadi di jalur satu atau jalur lambat.

    Akibat insiden ini, kendaraan golongan II ke atas sempat dilarang melintas di ruas Tol Surabaya-Gempol. Petugas pun melakukan rekayasa lalu-lintas dan menutup dua jalur di sekitar kejadian.

    Meski jalan telah berfungsi normal, Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk waspada. Hendri meminta masyarakat mematuhi rambu lalu lintas dan mengikuti arahan dari petugas.

    "Persiapkan diri dengan baik dan pastikan kendaraan anda dalam kondisi prima serta selalu patuhi protokol kesehatan," katanya.

    Bipa membutuhkan informasi termasuk soal longsor, pengguna jalan dapat menghubungi narahubung jalan tol. Informasi tersedia selama 24 jam di nomor 14080.

    BACA: Hujan Deras, Bibir Tebing Makam Covid-19 di TPU Jombang Retak dan Longsor

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.