Sandiaga Uno Diminta Kembangkan Wisata Religi di Flores

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat mengikuti rapat kerja kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 14 Januari 2021. Rapat tersebut beragendakan perkenalan Menparekraf yang baru dan membahas penyampaian program-program nggulan Kemenparekraf. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat mengikuti rapat kerja kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 14 Januari 2021. Rapat tersebut beragendakan perkenalan Menparekraf yang baru dan membahas penyampaian program-program nggulan Kemenparekraf. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno diminta untuk mengembangkan wisata religi di Pulau Flores. Permintaan tersebut datang dari Keuskupan Ruteng saat Sandiaga menyambangi Labuan Bajo, Manggarai Barat, awal Januari lalu.

    “Keuskupan Ruteng menawarkan beberapa side yang bisa dikembangkan jadi desa wisata untuk umat Katolik,” ujar Sandiaga saat menerima wawancara Tempo, 13 Januari 2020.

    Ruteng merupakan salah satu kecamatan di Manggarai Barat yang memiliki topografi dataran tinggi. Berjarak sekitar 130 kilometer dari Labuan Bajo, Ruteng dikenal sebagai kota seribu gereja.

    Menurut Sandiaga, pengembangan Ruteng bisa diintegrasikan dengan Larantuka. Larantuka adalah kecamatan di ujung timur Pulau Flores yang setiap tahun memiliki ritual pekan suci Paskah, yakni Semana Santa. “Di Larantuka banyak situs yang di konsep sebagai bagian dari wisata religi,” ujarnya.

    Sandiaga Uno memastikan pengembangan destinasi wisata Pulau Flores, termasuk Labuan Bajo dan sekitarnya, akan berbasis konsep berkelanjutan. Selain melibatkan masyarakat, pembangunan pusat wisata itu akan mengutamakan kearifan lokal.

    Sandiaga mengaku telah diberi mandat oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi untuk berfokus pada pengembangan lima destinasi super prioritas sebelum membangun destinasi lainnya. Destinasi super prioritas itu termasuk Labuan Bajo dan sekitarnya.

    Tak hanya membangun dari sisi infrastruktur, menurut Sandiaga, Kementerian akan memikirkan produk-produk wisata yang bakal dipasarkan, yakni yang memiliki kekhasan dan menarik bagi wisatawan di masa kenormalan baru setelah pandemi Covid-19. Salah satu produk wisata yang berpeluang menjadi tujuan favorit turis ialah desa wisata.

    “Pak Presiden ingin kita menyiapkan produk-produk ekonomi kreatif. Subsektor, yang saya bilang, the side, the sound, the taste, the feel, the smell, tiap kali kita datang ke lima destinasi mesti ada,” tutur Sandiaga uno.

    Baca juga: Disinggung Soal 2024, Sandiaga Uno: Enggak Boleh Pikir Hal-hal di Luar Kerja 

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | TIM MAJALAH TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.