Sandiaga Klaim Toilet di Mandalika Terbaik Se-Indonesia

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat mengikuti rapat kerja kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 14 Januari 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat mengikuti rapat kerja kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 14 Januari 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengklaim toilet di Mandalika, Nusa Tenggara Barat, merupakan yang terbaik se-Indonesia. Toilet di destinasi super prioritas ini disebut memiliki fasilitas paling lengkap, termasuk bagi kaum disabilitas.

    "Jadi ini toilet pariwisata terbaik se-Indonesia," ujar Sandiaga saat menyambangi Mandalika seperti dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 16 Januari 2021.

    Toilet di Mandalika didesain oleh arsitek bernama Hadi Purnomo. Toilet ini memiliki gaya modern dan artistik dengan fasilitas mencakup loker hingga ruang bilas dengan shower baik di dalam maupun di luar ruangan.

    Selain itu, toilet memiliki perlengkapan sanitasi khusus bagi difabel dan disebut-sebut  ramah lingkungan. Aspek ramah lingkungan ini, kata Sandiaga, ditunjukkan dengan desain keran wastafel yang memiliki model tekan.

    “Ini (model keran) supaya tidak membuang-buang air kita cuci tangan sesuai protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,” tutur Sandiaga.

    Sandiaga sebelumnya berencana merevitaliasi toilet di lima destinasi super prioritas dan sejumlah titik wisata di Tanah Air. Sebagai langkah awal, Sandiaga bakal menjalin kerja sama dengan Asosiasi Toilet Indonesia (ATI) dan membentuk Satgas Toilet Nasional. Dia menargetkan, toilet memiliki desain dan fasilitas yang baik, yang nantinya akan mempengaruhi tingkat kunjungan wisata.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.