Perpanjangan PSBB Jakarta Jilid II Bakal Jadi Sentimen Negatif di Pasar Modal

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja bekerja di kafe yang sementara tidak melayani makan di tempat karena pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta, Jumat, 25 September 2020. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang masa pemberlakuan PSBB hingga 11 Oktober 2020. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Pekerja bekerja di kafe yang sementara tidak melayani makan di tempat karena pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta, Jumat, 25 September 2020. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang masa pemberlakuan PSBB hingga 11 Oktober 2020. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Jakarta Jilid II hingga Oktober mendatang bakal menjadi sentimen negatif bagi pasar modal di Tanah Air.

    "Biarpun PSBB ketat hanya di berlakukan di Ibu kota Jakarta, tetapi Jakarta punya kontribusi besar pada perekonomi Indonesia sehingga berpeluang menekan perekonomian Indonesia," ujar Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee dalam keterangan tertulis, Ahad, 27 September 2020.

    Kendati demikian, Hans mengatakan klaim pemerintah DKI Jakarta bahwa penerapan PSBB Jakarta Jilid II berhasil menekan angka kasus baru Covid-19 sempat mengerek Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona positif pada Jumat, 25 September 2020.

    Pasar modal berhasil ditutup di zona hijau setelah sejak awal pekan tertekan di zona merah di Jumat lalu. Pada penutupan perdagangan akhir pekan ini IHSG ditutup di level 4945,79 alias naik 2,13 persen dari sebelumnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Antisipasi Penyebaran Wabah Covid-19 Saat Maulid Nabi

    Untuk menekan penyebaran wabah Covid-19, pemerintah berupaya mencegah kerumunan dalam setiap kegiatan di masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan.