Nasib Saham BUMN Sepekan Terakhir Saat IHSG Tembus 5.000

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga saham emiten berstatus badan usaha milik negara (BUMN) tercatat mengalami kenaikan cukup signifikan seiring dengan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang moncer.

    Sepanjang pekan lalu, 6-10 Juli 2020, IHSG bergerak di kisaran 4.987 sampai 5.076. Secara kumulatif IHSG ditutup menguat 1,16 persen. Sebanyak 20 saham yang tergabung di dalam indeks IDXBUMN20 tercatat naik 1,34 persen ke posisi 286,566.

    Dari 20 anggota indeks sebanyak 15 saham menguat sedangkan 5 saham lainnya melemah. PT Aneka Tambang Tbk dan saham-saham perbankan seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menguat.

    Sedangkan koreksi saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. membatasi penguatan indeks.

    Saham Aneka Tambang naik 7,5 persen dalam sepekan terakhir (6-10 Juli 2020) ke posisi 645. Adapun lima saham BUMN yang terkoreksi berkisar saham Telkom, Semen Indonesia, dan Jasa Marga tercatat turun berkisar 0,32 persen s.d 3,58 persen.

    Kenaikan saham Aneka Tambang dalam sepekan terakhir bersamaan dengan kenaikan harga emas dunia ke level tertinggi. Berdasarkan data Bloomberg, harga emas berjangka Comex maupun harga emas di pasar spot menembus level psikologis US$ 1.800 per troy ounce pada pekan lalu.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bahaya dan Manfaat yang Kita Dapat dari Mengkonsumsi Kayu Manis

    Kayu Manis banyak memiliki khasiat yang baik untuk tubuh kita. Namun beberapa jenis penyakit dapat terpicu bila kelewat sering mengonsumsi kayu manis.