Aksi Jual Asing Berlanjut, IHSG Terkoreksi Tipis

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi yang terlemah dibandingkan dengan bursa saham di Asia hingga sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (17/3). Hingga pukul 12.00 WIB, IHSG atau Jakarta Composite Index menjadi yang terlemah dengan koreksi sebesar persen atau poin ke level 4.478,55. Kejatuhan ini menjadi yang terlemah sejak Januari 2016. TEMPO/Tony Hartawan

    Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi yang terlemah dibandingkan dengan bursa saham di Asia hingga sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (17/3). Hingga pukul 12.00 WIB, IHSG atau Jakarta Composite Index menjadi yang terlemah dengan koreksi sebesar persen atau poin ke level 4.478,55. Kejatuhan ini menjadi yang terlemah sejak Januari 2016. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terkoreksi tipis pada penutupan perdagangan Senin, 29 Juni 2020. Hal ini seiring masih berlanjutnya aksi jual asing.

    IHSG ditutup melemah 2,27 poin atau 0,05 persen ke posisi 4.901,82. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 0,69 poin atau 0,09 persen menjadi 759,62.

    "Untuk pelemahan IHSG hari ini lebih karena faktor eksternal, yaitu kekhawatiran investor terhadap kemungkinan terganggunya proses pemulihan ekonomi global seiring kembali melonjaknya kasus COVID-19 di Amerika Serikat," kata analis Indo Premier Sekuritas, Mino di Jakarta, Senin, 29 Juni 2020.

    Dibuka melemah, IHSG banyak menghabiskan waktu di teritori negatif hingga penutupan perdagangan saham. Secara sektoral, enam sektor terkoreksi dimana sektor aneka industri dasar turun paling dalam yaitu minus 1,82 persen, diikuti sektor pertanian dan sektor properti masing-masing minus 1,81 persen dan minus 1,04 persen.

    Sedangkan empat sektor meningkat dimana sektor keuangan naik paling tinggi yaitu 0,37 persen, diikuti sektor perdagangan dan sektor konsumer masing-masing 0,32 persen dan 0,17 persen.

    Penutupan IHSG diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing sebesar Rp600,48 miliar.

    Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 515.269 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 6,85 miliar lembar saham senilai Rp5,33 triliun. Sebanyak 155 saham naik, 252 saham menurun, dan 151 saham tidak bergerak nilainya.

    Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 516,04 poin atau 2,3 persen ke 21.995,04, indeks Hang Seng turun 248,71 poin atau 1,01 persen menjadi 24.301,28, dan indeks Straits Times melemah 28,35 poin atau 1,09 persen ke 2.576,16.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.