Sriwijaya Air Sediakan Layanan Rapid Test di 4 Kantor Cabang

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maskapai di Indonesia yang juga menggunakan pesawat Boeing 737 Max 8 yakni Sriwijaya Air. Di seluruh dunia dilaporkan terdapat 350 unit Boeing 737 MAX 8. Saat ini, selain negara juga ada maskapai yang memutuskan untuk melarang pesawat tersebut terbang. Dok.TEMPO/Fahmi Ali

    Maskapai di Indonesia yang juga menggunakan pesawat Boeing 737 Max 8 yakni Sriwijaya Air. Di seluruh dunia dilaporkan terdapat 350 unit Boeing 737 MAX 8. Saat ini, selain negara juga ada maskapai yang memutuskan untuk melarang pesawat tersebut terbang. Dok.TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai penerbangan Sriwijaya Air menyediakan layanan pengecekan reaktif Covid-19 atau rapid test bagi penumpang yang akan membeli tiket. Rapid test tersebut bisa dilakukan di empat kantor cabang Sriwijaya Air di seluruh Indonesia.

    "Terbang lebih aman dan nyaman, kini rapid test bisa dilakukan langsung di kantor cabang Sriwijaya Air," tulis manajemen yang diunggah melalui akun Instagram resmi @sriwijayaair, Jumat, 12 Juni 2020.

    Adapun empat kantor cabang yang dimaksud adalah Head Office Sriwijaya dan Nam Air di Tangerang, Banten. Kemudian, Sales Office Melawai di Jalan Melawai Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Lalu, Sales Office Makassar di Jalan Boulevard Raya Nomor 6-7, Panukang Mas, Makassar. Terakhir disediakan di Airport Sales Office Sorong, Papua Barat.

    Harga untuk masing-masing pemeriksaan adalah Rp 350 ribu untuk area di luar Sorong. Sedangkan khusus area Sorong, harga tes yang dipatok terlihat lebih mahal, yakni Rp 450 ribu.

    Rapid test merupakan salah satu syarat bagi penumpang angkutan niaga berjadwal maupun carter yang akan melakukan perjalanan ke luar kota. Aturan tersebut sesuai dengan Surat Edaran Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 7 Tahun 2020 dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 41 Tahun 2020.

    Hasil rapid test ini berlaku untuk tiga hari. Penumpang diizinkan melakukan perjalanan jika tes itu menunjukkan non-reaktif Covid-19. Selain rapid test, calon penumpang memiliki opsi selain menunjukan tes polymerase chain reaction atau PCR dengan masa berlaku lebih lama, yakni tujuh hari.

    Seandainya di daerahnya tidak terdapat tes PCR maupun rapid test, penumpang mesti mengantongi tes kesehatan yang menunjukkan dirinya tidak memiliki gejala influenza.

    Tak hanya Sriwijaya, Garuda Indonesia sebelumnya juga berencana menyediakan layanan rapid test bagi penumpang. Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Irfan Setiaputra mengatakan layanan ini akan memudahkan calon penumpangnya.

    "Ini dapat disediakan maskapai sehingga penumpang tidak perlu repot mencari tempat pengecekan yang hingga saat ini masih sulit," kata Irfan, 5 Juni 2020 lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.