Citilink Kembali Beroperasi, Penumpang Wajib Bebas Covid-19

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan berjalan di depan maskapai penerbangan komersil Citilink, di Lapangan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin, 23 Maret 2020. Pemerintah sedang mempertimbangkan opsi pelarangan mudik untuk mencegah penularan virus Corona wabah epidemi Covid-19 (Corona).TEMPO/Imam Sukamto

    Petugas kesehatan berjalan di depan maskapai penerbangan komersil Citilink, di Lapangan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin, 23 Maret 2020. Pemerintah sedang mempertimbangkan opsi pelarangan mudik untuk mencegah penularan virus Corona wabah epidemi Covid-19 (Corona).TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai Citilink Indonesia kembali melayani penerbangan reguler pada 1 Juni 2020. Dalam pengoperasian perdananya setelah rehat sementara, anak usaha Garuda Indonesia untuk segmen penerbangan murah ini melayani 104 frekuensi perjalanan.

    “Citilink kembali melayani penerbangan reguler penumpang sebanyak 104 penerbangan ke 21 kota,” kata Direktur Utama Citilink Juliandra dalam keterangan yang diterima Tempo, Selasa, 2 Juni 2020.

    Juliandra menjelaskan, di tengah masa pembatasan sosial berskala besar, perseroan menerapkan prosedur new normal atau normal baru. Prosedur ini berlaku untuk fase sebelum terbang, saat terbang, dan sesudah terbang dengan mengutamakan aspek keselamatan, kesehatan, serta kenyamanan penumpang hingga karyawan.

    Pada fase pra-terbang, Citilink bekerja sama dengan pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di masing-masing bandara untuk memeriksa dan memverifikasi kelengkapan dokumen penumpang. Juliandra memastikan penumpang yang terbang dengan maskapai berada dalam kondisi sehat.

    Perseroan pun mewajibkan penumpang menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19 berdasarkan tes PCR atau rapid test. Citilink juga memberikan jarak antrean untuk penumpang dalam melakukan check-in di check-in counter serta menyediakan fasilitas check in mandiri seperti di web check-in melalui mesin self-check-in yang disediakan di bandara.

    "Selain itu, Citilink menerapkan new boarding management untuk mengatur jarak dalam antrean selama proses boarding untuk menghindari penumpukan penumpang," tutur Juliandra.

    Pada fase saat terbang, perusahaan menerapkan standar baru, yakni penhaturan tempat duduk yang mengosongkan sisi tengah. Seluruh penumpang dan kru pun diwajibkan untuk selalu menggunakan masker.

    Untuk memenuhi protokol kesehatan, manajemen menyedikan sanitizer di seluruh pesawat, menyajikan makanan dan minuman dengan cara yang higienis, dan meniadakan majalah penerbangan yang digantikan dengan majalah elektronik. Majalah tersebut, ucap Juliandra, dapat diunduh di gawai masing-masing. Di samping itu saat mendarat, kru kabin akan mengatur jarak penumpang saar keluar pesawat.

    Adapun pada fase setelah terbang, Citilink melakukan pengaturan jarak di lokasi pengambilan bagasi di area kedatangan. Kendati begitu, Juliandra mengingatkan, petugas bandara tetap akan melakukan prosedur pemeriksaan dan pencocokan nomor bagasi penumpang.

    Selanjutnya untuk menjaga kebersihan dan sterilisasi kabin pesawat, Citilink melakukan disinfeksi terhadap seluruh armada yang beroperasi. Kegiatan ini dilakukan setiap hari harinya sesuai dengan prosedur yang berlaku. Ketika dilakukan penyemprotan, armada dilengkapi dengan sistem penyaring udara HEPA atau High Efficiency Particulate Arrestor.

    Peningkatan pergerakan penerbangan di bandara setelah sejumlah maskapai membuka kembali operasionalnya diakui oleh manajemen PT Angkasa Pura I (Persero). Angkasa Pura I mencatat, perbangan di 16 bandara yang dikelola perseroan sepanjang 1 Juni mencapai 361 pergerakan.

    "Sejauh ini menurut laporan di lapangan, di bandara memang ada peningkatan jumlah pax (penumpang) yang akan terbang dibanding hari biasanya," tutur Vice President Corporate Secretary Angkasa Pura I Handy Heryudhitiawan.

    Adapun pergerakan pesawat itu terdiri atas 38 penerbangan pengecualian, 89 penerbangan kargo, dan 234 penerbangan reguler. Sedangkan pada hari sebelumnya, total pergerakan pesawat di seluruh bandara Angkasa Pura I hanya mencapai 152 penerbangan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.