Pandemi Corona, Ini 6 Paket Bantuan Sosial yang Disiapkan Jokowi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengikuti forum KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis, 26 Maret 2020. Dalam pernyataannya, Jokowi mengatakan bahwa G20 harus memotori gerakan solidaritas dunia dalam penanganan virus corona agar pandemi tersebut tidak mengganggu kemitraan dan kerja sama yang sudah dibangun antar anggota selama bertahun-tahun. Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengikuti forum KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis, 26 Maret 2020. Dalam pernyataannya, Jokowi mengatakan bahwa G20 harus memotori gerakan solidaritas dunia dalam penanganan virus corona agar pandemi tersebut tidak mengganggu kemitraan dan kerja sama yang sudah dibangun antar anggota selama bertahun-tahun. Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi sedang fokus menyiapkan   bantuan untuk masyarakat lapisan bawah yang terdampak wabah Corona atau Covid-19.

    Salah satu bantuannya berupa peningkatan jumlah keluarga penerima program keluarga harapan (PKH) dari 9,2 juta menjadi 10 juta keluarga penerima manfaat. “Sedangkan besaran manfaat dinaikkan menjadi 25 persen,” kata Jokowi, Selasa, 31 Maret 2020.

    Jokowi merinci, komponen ibu hamil naik dari Rp 2,4 juta menjadi Rp 3 juta per tahun. Kemudian komponen anak usia dini Rp 3 juta per tahun, disabilitas 2,4 juta per tahun. Kebijakan ini mulai efektif pada April 2020.

    Bantuan berikutnya adalah sembako. Jumlah penerima akan dinaikkan dari 15,2 juta menjadi 20 juta penerima manfaat. Adapun nilai manfaat yang diterima naik 30 persen dari Rp 150 ribu menjadi Rp 200 ribu dan akan diberikan selama 9 bulan.

    Bagi pemegang Kartu Prakerja, Jokowi menaikkan anggaran program tersebut dari Rp 10 triliun menjadi Rp 20 triliun. Jumlah penerima manfaat juga naik menjadi 5,6 juta orang, terutama bagi pekerja sektor informal serta pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak Covid-19.

    “Nilai manfaatnya adalah Rp 650 ribu sampai Rp 1 juta per bulan selama 4 bulan ke depan,” kata dia.

    Selanjutnya adalah tarif listrik. Jokowi menggratiskan tarif listrik bagi 24 juta pelanggan daya 450 VA selama 3 bulan ke depan, yaitu bulan April, Mei, dan Juni 2020. Untuk pelanggan daya 900 VA yang jumlahnya mencapai 7 juta pelanggan, Jokowi memberikan diskon 50 persen selama 3 bulan ke depan.

    Untuk antisipasi kebutuhan pokok. Jokowi mengatakan pemerintah mencadangkan Rp 25 triliun untuk pemenuhan kebutuhan pokok serta operasi pasar dan logistik. Terakhir, Jokowi mengatakan OJK telah menerbitkan keringanan pembayaran kredit untuk pekerja informal, baik ojek online, supir taksi, pelaku UMKM, dan nelayan dengan penghasilan harian dan kredit di bawah Rp 10 miliar.

    “Telah ditetapkan prosedur pengajuan tanpa harus datang ke bank atau leasing, cukup melalui email atau media komunikasi digital seperti WhatsApp.”

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H