Insentif Pariwisata Atasi Virus Corona Disebut Salah Sasaran

Reporter

Faisal Basri. TEMPO/Jati Mahatmaji

TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom Senior dari Institute of Development Economics and Finance (Indef), Faisal Basri menilai upaya pemerintah dalam memberikan insentif kepada sektor pariwasata di tengah tertekannya kunjungan wisatawan akibat virus corona (Covid-19) tidak akan efektif. Menurutnya, wabah tersebut membuat orang enggan untuk bepergian, walaupun diberikan diskon.

"Orang nggak mau bepergian, orang nggak mau ke tempat keramaian hotel restoran. Sekarang tempat keramaian malah didiskon. Pusing lah itu. Yang terpenting untuk menghadapi virus corona adalah bukan dengan diskon pesawat," kata Faisal ditemui di ITS Tower, Jakarta Selatan, Jumat 6 Maret 2020.

Kemudian kebijakan untuk membebaskan sementara pajak hotel dan restoran terhadap 10 destinasi, kata Faisal, hal ini malah membuat pemerintah daerah kehilangan pendapatannya dan semakin memperburuk perekonomian.

"Kalau daerah wisata akan pendapatan utama Pemda sangat dominan dari pajak hotel dan restoran, misalnya Bandung dari hotel saja pendapatannya tinggi, triliunan dari pajak. Kompensasi ini malah melemahkan ekonomi daerah," kata Faisal.

Faisal menuturkan, seharusnya sektor yang cocok diberikan intensif saat terjadi wabah virus corona adalah kesehatan publik, bukan sektor pariwisata. "Paling penting untuk menghadapi virus corona ini adalah strong public health policy response. Jadi respon kebijakan kesehatan publik yang kuat, jangan cuman ngomong jaga kesehatan," ucapnya.

Dia juga mengatakan, pengelolaan informasi juga harus ditingkatkan. Di Singapura misalnya, perkembangan soal virus corona diberikan langsung ke masyarakat melalui gawai masing-masing.

"Kemudian kita dapat update nggak setiap hari. Kalau di Singapura warganya di WA setiap hari dua kali, progress-nya gimana Pemerintah," kata Faisal.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengkaji penerapan insentif pariwisata menyusul perkembangan teranyar dampak wabah Virus Corona di Tanah Air. Ia mengatakan penerapan insentif yang sebelumnya telah dikaji pemerintah akan diterapkan dengan mempertimbangkan efektifitas dan waktu yang tepat, tergantung kebutuhan.

"Kalau yang efektivitas penurunan pajak hotel dan restoran tetap kita lakukan, kita lihat kalau mereka lakukan persiapan situasi menurun sekarang, kalau tarif diskon lainnya juga kita lihat sesuai kesiapan, kalau memang timingnya enggak tepat bisa dimundurkan, kita fleksibel terhadap situasi demand di industrinya," ujar Sri Mulyani di Kompleks Bank Indonesia, Jakarta, Kamis, 5 Maret 2020.

Sebelumnya, Pemerintah telah menyiapkan insentif untuk wisatawan mancanegara dengan memberikan alokasi tambahan sebesar Rp 298,5 miliar terdiri dari alokasi untuk airlines dan agen diberikan diskon khusus ataupun semacam insentif totalnya Rp 98,5 miliar. Alokasi lainnya diberikan kepada anggaran promosi sebanyak Rp 103 miliar, kegiatan tourism sebesar Rp 25 miliar, serta relasi media dan jasa pemberi pengaruh atau inflluencer sebesar Rp 72 miliar.

Sementara untuk menggenjot jumlah kunjungan wisatawan domestik yang melemah akibat virus corona, pemerintah memberikan diskon 30 persen untuk di 10 tujuan wisata. Potongan harga itu diberikan dengan kuota 25 persen dari jumlah kursi pesawat setiap penerbangan.

EKO WAHYUDI | CAESAR AKBAR






Jelang Lengser, Anies Baswedan Ingin Kasih Insentif Swasta Agar Mau Bangun RTH

3 hari lalu

Jelang Lengser, Anies Baswedan Ingin Kasih Insentif Swasta Agar Mau Bangun RTH

Anies Baswedan ingin swasta terlibat membangun ruang terbuka hijau (RTH).


Jepang Bakal Larang Turis Tanpa Masker Masuk Hotel

4 hari lalu

Jepang Bakal Larang Turis Tanpa Masker Masuk Hotel

Jepang melonggarkan perbatasan, namun turis yang masuk hotel tanpa masker akan dilarang.


Kemenkeu Akan Beri Insentif ke 125 Daerah, Tidak Boleh Untuk Tambahan Gaji hingga Perjalanan Dinas

5 hari lalu

Kemenkeu Akan Beri Insentif ke 125 Daerah, Tidak Boleh Untuk Tambahan Gaji hingga Perjalanan Dinas

Kementerian Keuangan akan membagikan dana insentif daerah (DID) ke 125 daerah yang memiliki perbaikan kinerja mendukung pemulihan ekonomi.


AISI Ungkap Alasan Penjualan Sepeda Motor Listrik Masih Seret di Indonesia

9 hari lalu

AISI Ungkap Alasan Penjualan Sepeda Motor Listrik Masih Seret di Indonesia

Menurut AISI, sepeda motor listrik belum diminati karena harga masih relatif mahal. Ini disebabkan oleh insentif dari pemerintah yang belum sesuai.


Terpopuler Bisnis: Tarif Ojek Online Naik per 10 September, Jokowi saat Bertemu Putin

17 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Tarif Ojek Online Naik per 10 September, Jokowi saat Bertemu Putin

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Rabu, 7 September 2022 di antaranya tentang kenaikan tarif ojek online mulai 10 September 2022.


Terkini Bisnis: Faisal Basri Sebut Kenaikan Harga BBM Fenomena Global, Cerita Jokowi Sulit Bicara dengan Putin

18 hari lalu

Terkini Bisnis: Faisal Basri Sebut Kenaikan Harga BBM Fenomena Global, Cerita Jokowi Sulit Bicara dengan Putin

Berita terkini bisnis hingga siang ini dimulai dari pernyataan ekonom senior UI Faisal Basri soal kenaikan harga BBM adalah fenomena global.


Sebut Kenaikan Harga BBM Fenomena Global, Faisal Basri: Arab Saudi pun Melakukannya

18 hari lalu

Sebut Kenaikan Harga BBM Fenomena Global, Faisal Basri: Arab Saudi pun Melakukannya

Faisal Basri menilai kenaikan harga BBM adalah fenomena global karena hampir semua negara, termasuk produsen besar minyak seperti Arab Saudi.


Mahathir Mohamad Terinfeksi Virus Corona, Kini Dirawat di Rumah Sakit

24 hari lalu

Mahathir Mohamad Terinfeksi Virus Corona, Kini Dirawat di Rumah Sakit

Mahathir Mohamad dirawat di rumah sakit setelah dinyatakan terinfeksi virus Corona.


Terkini Bisnis: Timor Leste Disebut Bijak Urus BBM, Lion Air Kembali Terbang dari Bandara Halim

25 hari lalu

Terkini Bisnis: Timor Leste Disebut Bijak Urus BBM, Lion Air Kembali Terbang dari Bandara Halim

Ekonom Senior Universitas Indonesia, Faisal Basri menyarankan Pemerintah belajar mengelola BBM dari Timor Leste.


Terpopuler Bisnis: Faisal Basri Sebut Malaikat pun Akan Beli BBM Subsidi, Luhut Ajak Tanam Cabai untuk Jaga Inflasi

25 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Faisal Basri Sebut Malaikat pun Akan Beli BBM Subsidi, Luhut Ajak Tanam Cabai untuk Jaga Inflasi

Berita terpopuler bisnis pada Selasa, 30 Agustus 2022 dimulai dari pernyataan Faisal Basri soal malaikat pun akan membeli BBM subsidi.