Biro Umrah Berharap Jokowi Lobi dan Nego Arab Saudi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 432 marbot masjid dan majelis taklim yang akan diberangkatkan umrah, berdoa bersama di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, Senin, 30 September 2019. Program Umrah untuk para pengurus masjid dan majelis taklim dibiayai lewat dana APBD Provinsi DKI Jakarta. Foto/Facebook/Anies Baswedan

    432 marbot masjid dan majelis taklim yang akan diberangkatkan umrah, berdoa bersama di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, Senin, 30 September 2019. Program Umrah untuk para pengurus masjid dan majelis taklim dibiayai lewat dana APBD Provinsi DKI Jakarta. Foto/Facebook/Anies Baswedan

    TEMPO.CO, SOLO - Persaudaraan Pengusaha Travel Umrah dan Haji Indonesia (Perpuhi) meminta agar pemerintah melakukan lobi ke Saudi Arabia untuk membuka kembali penerbitan visa umrah dan visa umum. Mereka memandang hingga saat ini Indonesia masih aman dari wabah tersebut.

    "Kami berharap dari indonesia dalam hal ini Kementerian Agama terus melakukan negosiasi dan lobi ke pemerintah Saudi," kata Ketua Perpuhi, Her Suprabu di Solo, Kamis 27 Februari 2020. Dia yakin kebijakan pemerintah Saudi akan berdampak besar bagi perekonomian di Indonesia.

    Menurut Her, penutupan penerbitan visa umrah itu seharusnya hanya dilakukan di negara-negara yang memang menjadi tempat penyebaran wabah Corona. "Kalau Indonesia kan belum ya," katanya.

    Dia menyebut bahwa hingga kini informasi mengenai penghentian penerbitan visa itu belum ada kejelasan. "Informasinya masih simpang siur," katanya. Dia yakin, penghentian tersebut membawa kerugian bagi biro umrah yang cukup besar.

    Her moncontohkan, sekitar 10 ribu jemaah umrah berangkat dari Bandara Adi Sumarmo pada setiap bulannya. Meski penutupan itu hanya sementara, dia yakin bahwa dampaknya ke biro umrah, termasuk yang harus ditanggung oleh calon jemaah umrah sangat besar.

    Pelaku biro umrah juga berharap para stakeholder juga bisa memahami kondisi tersebut dengan membuka kesempatan untuk penjadwalan ulang pemberangkatan. Sebab, mereka telah terlanjur memesan akomodasi bagi jemaah umrah yang seharusnya berangkat. "Kami nego agar bisa digeser jadwalnya," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.