Konsorsium Al Falah Investor Bank Muamalat, OJK: Tinggal Eksekusi

Bank Muamalat. bankmuamalat.co.id

Tempo.Co, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso menuturkan rencana penyuntikan modal dari konsorsium Al Falah Investments Pte Limited ke Bank Muamalat tinggal memasuki tahap eksekusi.

"Ini kan tinggal eksekusi, eksekusi itu proses-proses administrasi, (calon investornya) sudah ada, Konsorsium Al Falah," ujar dia di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 4 Februari 2020.

Ia mengatakan proses yang perlu dilalui antara lain terkait kelengkapan informasi, dokumentasi, dan lainnya. Kendati demikian, ia tidak memperinci berapa lama proses itu bakal rampung.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan sempat menolak pengajuan Al Falah untuk menjadi pemodal di Bank Muamalat. Menurut Komisaris Utama Bank Muamalat Ilham Akbar Habibie, OJK mengharuskan ada escrow sebesar Rp 4 triliun. Namun, waktu itu di escrow hanya Rp 2 triliun.

"Karena pandangan OJK kurang. Kalau pandangan investor tidak, menurut mereka itu cukup," ujar Ilham. Kala itu akhirnya sempat dilakukan kembali pembahasan apakah nilai escrow itu perlu ditambah atau tidak.

Sebelumnya, perusahaan yang didirikan pada 1 November 1991 oleh kelompok Islam ini mencari kucuran dana segar lebih kurang sejak 2 tahun lalu. Kebutuhan penyehatan Bank Muamalat pun tampak kian mendesak.

Salah satunya karena kinerja bank pada paruh kedua tahun ini memburuk seiring dengan merosotnya kemampuan rentabilitas bank. Dana segar tersebut hendak digunakan untuk menambal aset bermasalah yang membengkak.

Rasio pembiayaan macet atau NPF Bank Muamalat sebetulnya sudah menunjukkan tanda bahaya sejak 2013. Puncaknya yakni pada 2015, di mana rasio pembiayaan bermasalah kotor perusahaan mencapai 7,11 persen atau lebih kurang hampir Rp 3 triliun. Jumlah itu terhitung sangat besar. Angkanya hampir serupa dengan modal inti Bank Muamalat yang per 31 Desember 2015 sebesar Rp 3,13 triliun.

Bank Muamalat pun telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa atau RUPSLB. RUPSLB itu menyetujui rencana right issue atau penerbitan saham baru sebesar Rp 2 triliun.

RUPSLB Bank Muamalat itu juga menyetujui untuk menerbitkan sukuk yang direncanakan Rp 6 triliun. Pengajuan right issue itu dilakukan lagi karena pengajuan tahun lalu tidak terealisasi sesuai dengan targetnya.

CAESAR AKBAR | HENDARTYO HANGGI 






OJK Rilis Aturan Baru Batas Maksimum Kredit BPR dan BPRS, Berapa ?

25 menit lalu

OJK Rilis Aturan Baru Batas Maksimum Kredit BPR dan BPRS, Berapa ?

OJK menerbitkan aturan tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit BPR dan BPR Syariah


Sembilan Bank Asing, Daerah, Swasta, dan Syariah Resmi Jadi Peserta BI-FAST Tahap V

1 jam lalu

Sembilan Bank Asing, Daerah, Swasta, dan Syariah Resmi Jadi Peserta BI-FAST Tahap V

Sembilan bank daerah, swasta, asing, dan bank syariah resmi menjadi peserta BI-FAST tahap V melalui Multi-tenancy Infrastruktur Sharing.


Koperasi Batal Diawasi OJK, Kemenkop Minta Saran untuk Susun RUU Perkoperasian

6 jam lalu

Koperasi Batal Diawasi OJK, Kemenkop Minta Saran untuk Susun RUU Perkoperasian

Wacana pengawasan koperasi simpan pinjam di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah dipastikan batal.


RUU PPSK Mulus Melaju ke Sidang Paripurna, Simak 4 Poin Penting di Dalamnya

10 jam lalu

RUU PPSK Mulus Melaju ke Sidang Paripurna, Simak 4 Poin Penting di Dalamnya

RUU PPSK disepakati untuk selanjutnya dibawa ke tingkat II dalam sidang paripurna. Apa saja poin penting yang diatur dalam RUU tersebut?


Tumbal Korban Janji Cuan Wanaartha

19 jam lalu

Tumbal Korban Janji Cuan Wanaartha

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha perusahaan asuransi Wanaartha Life alias, Senin, 5 Desember 2022.


Strategi BRI Antisipasi Jelang Berakhirnya Kebijakan Restrukturisasi Kredit

1 hari lalu

Strategi BRI Antisipasi Jelang Berakhirnya Kebijakan Restrukturisasi Kredit

BRI menempuh strategi soft landing strategy untuk menjaga kualitas aset agar tetap sehat dan prudent.


Bos Wanaartha Life Beberkan Kewajiban yang Harus Dibayar ke Pemegang Polis Mencapai Rp 15,7 Triliun

2 hari lalu

Bos Wanaartha Life Beberkan Kewajiban yang Harus Dibayar ke Pemegang Polis Mencapai Rp 15,7 Triliun

Hasil audit independen menunjukkan bahwa nilai kewajiban yang harus dibayarkan Wanaartha Life kepada para pemegang polis mencapai Rp 15,7 triliun.


Pemerintah Targetkan IPO Pertamina Geothermal Energy pada Triwulan I 2023

2 hari lalu

Pemerintah Targetkan IPO Pertamina Geothermal Energy pada Triwulan I 2023

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan bakal melakukan Initiap Public Offering (IPO) perusahaan energi panas bumi Pertamina Geothermal Energy.


Kredit Perbankan Tumbuh 11,95 Persen, OJK: Ditopang Kredit Investasi

2 hari lalu

Kredit Perbankan Tumbuh 11,95 Persen, OJK: Ditopang Kredit Investasi

OJK membeberkan kondisi perbankan nasional saat ini. Kredit perbankan pada Oktober 2022 tercatat tumbuh menjadi 11,95 persen secara tahunan.


Aturan PAYDI Baru Pertegas Komitmen Customer Centric Prudential Indonesia

2 hari lalu

Aturan PAYDI Baru Pertegas Komitmen Customer Centric Prudential Indonesia

Prudential Indonesia memandang aturan baru PAYDI sebagai penyempurnaan dari kebijakan yang telah berlaku.