Cuaca Buruk, 45 Penerbangan Batik Air Dialihkan ke Soekarno-Hatta

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendaratan pertama Batik Air  di Bandara Banyuwangi pada Rabu, 19 Desember 2018. Maskapai berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. (Dok.Kemenpar)

    Pendaratan pertama Batik Air di Bandara Banyuwangi pada Rabu, 19 Desember 2018. Maskapai berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. (Dok.Kemenpar)

    TEMPO.CO.Tangerang - Maskapai penerbangan Batik Air (kode penerbangan ID) dan Wings Air (kode penerbangan IW) member of Lion Air Group melakukan pengalihan penerbangan domestik dari dan menuju Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta pada Rabu 1 Januari 2020.

    Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, pihaknya memberikan informasi terbaru sehubungan beberapa penerbangan yang mengalami penyesuaian dari dan menuju Jakarta melalui Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma (HLP) karena
    dampak cuaca buruk (bad weather).

    "Pengalihan penerbangan dilakukan karena tidak memenuhi kualifikasi keselamatan untuk pesawat lepas landas dan mendarat," kata Danang Rabu sore.

    Pengalihan jaringan penerbangan domestik dari dan menuju Jakarta menurut Danang  sesuai pemberitahuan resmi dari otoritas bandar udara setempat (Notices to Airmen/ NOTAM) sampai pemberitahuan lebih lanjut (until further notice).

    Dia menyebutkan Batik Air dan Wings Air berkoordinasi bersama regulator, pengelola bandar udara, pengatur lalu lintas udara serta berbagai pihak terkait dalam upaya mengatur operasional sejalan memberikan layanan terbaik kepada para tamu atau penumpang.

    Ada 45 layanan Batik Air dengan pengalihan pendaratan (divert) dan perubahan rute penerbangan (reroute) adalah sebagai berikut:


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.