Erick Thohir Pastikan Sandiaga Tak Mungkin Jadi Bos BUMN

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo,didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menpora Imam Nahrawi, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dan Ketua Pelaksana INASGOC Erick Thohir, meresmikan empat venue Asian Games di Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, 2 Desember 2017. ANTARA FOTO

    Presiden Joko Widodo,didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menpora Imam Nahrawi, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dan Ketua Pelaksana INASGOC Erick Thohir, meresmikan empat venue Asian Games di Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, 2 Desember 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan pengusaha sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno tidak mungkin bergabung dengan jajaran manajemen BUMN.

    "Nggak lah, nggak mungkin. Saya rasa Pak Sandi sudah memosisikan dirinya seorang politikus," katanya, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis, 5 Desember 2019.

    Apalagi, kata Erick Thohir, sahabatnya tersebut sekarang sudah sibuk dengan kegiatan "talkshow" di berbagai daerah. Kalau Sandi mesti bergabung dengan BUMN, kata dia, berarti harus mengundurkan diri dari jabatannya di Partai Gerindra.

    "Kalau beliau mesti bergabung ke BUMN maka beliau mesti mengundurkan diri jadi Wakil Ketua (Dewan Pembina) Gerindra, padahal baru gabung lagi," kata Erick Thohir.

    Erick Thohir tidak memungkiri bahwa Sandi sering memberikan saran dalam pengelolaan BUMN, tetapi untuk masuk ke dalam jajaran BUMN kansnya kecil. "Saya rasa kansnya sangat kecil. Tanya saja Pak Sandi. Tetapi, saya rasa sangat kecil," katanya.

    Sebelumnya, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menyebutkan tidak ada tawaran dan pembicaraan dengan Erick Thohir untuk menjadi direksi di salah satu BUMN.

    Sandiaga Uno menuturkan dirinya memang tidak ingin menduduki jabatan di BUMN sebab BUMN merupakan tempat yang harus bersih dari kepentingan dan unsur politik.

    “Sebagai kader Gerindra saya sampaikan ke Pak Erick nanti BUMN akan disorot karena kan punya rakyat. Jangan sampai dia (Erick) pusing karena masalah politiknya akhirnya mendominasi,” katanya.

    Dalam berkontribusi untuk melakukan pembangunan di Indonesia, kata dia, tidak perlu menjadi menteri atau pejabat di perusahaan BUMN namun juga bisa melalui bidang masing-masing yang telah ditekuni.

    Menurutnya, BUMN harus dikelola oleh talenta-talenta terbaik sehingga diperlukan seleksi yang ketat dan proses yang baik dengan memastikan tidak adanya benturan kepentingan individu maupun politik.

    Sandiaga pun memastikan bahwa hubungannya dengan Menteri BUMN Erick Thohir tetap berjalan dengan baik meski hanya melalui WhatsApp.

    Ia juga mengaku banyak memberi masukan terkait bidang yang sedang dipegang oleh Erick Thohir. “Saya masih komunikasi ya tentunya karena sahabat lama dari masa kecil. Saya berikan pemikiran saya tentang tingginya utang di BUMN dan bagaimana kita membangun infrastruktur dalam konsep kemitraan,” kata Sandiaga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!