Ignasius Jonan Berharap Regulasi Kendaraan Listrik Dipermudah

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM Ignasius Jonan saat memberi sambutan dalam acara Peringatan Hari Listrik Nasional ke-74 di Jakarta Convention Center, Jakarta Selatan, Rabu 9 Oktober 2019. Tempo/Dias Prasongko

    Menteri ESDM Ignasius Jonan saat memberi sambutan dalam acara Peringatan Hari Listrik Nasional ke-74 di Jakarta Convention Center, Jakarta Selatan, Rabu 9 Oktober 2019. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengharapkan regulasi kendaraan listrik dipermudah untuk mendorong pertumbuhan industri tersebut.

    Jonan dalam seminar tantangan industri migas di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa untuk aturan regulasi bisa mencontoh apa yang dilakukan oleh Cina.

    Menurutnya, di Cina tidak mudah untuk bisa mendapatkan plat nomor kendaraan. Karena itu, punya banyak mobil pun tidak ada guna bila tidak memiliki plat nomor kendaraan. Kecuali akan dipermudah bila jenis kendaraannya adalah mobil listrik.

    "Di Beijing itu plat nomor dilelang, dan diundi nomornya. Jadi regulasinya memang ketat," kata dia.

    Untuk penerapan di Indonesia, menurut dia, ada dua instansi yang mampu mendorong aturan mengenai kendaraan listrik, yaitu Kementerian Perhubungan dan Polri.

    Sebab dengan kombinasi dua instansi tersebut, pengetatan terhadap aturan kendaraan bisa dikendalikan. Dengan didorongnya kendaraan listrik, maka polusi dari emisi gas buang bisa ditekan.

    Menurut Jonan, selain itu penghematan anggaran untuk BBM juga bisa ditekan sehingga tidak memakai bahan bakar fosil.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.