Tol Layang Jakarta-Cikampek Beroperasi Desember, Berapa Tarifnya?

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara Gerbang Tol Cikarang Utama di Bekasi, Jawa Barat, Kamis 16 Mei 2019. PT Jasa Marga akan merelokasi Gerbang Tol Cikarang Utama yang mengalami penyempitan akibat proyek jalan tol layang ke Gerbang Tol Cikampek Utama di KM 70 Tol Jakarta-Cikampek untuk meminimalkan kemacetan saat arus mudik.  ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Foto udara Gerbang Tol Cikarang Utama di Bekasi, Jawa Barat, Kamis 16 Mei 2019. PT Jasa Marga akan merelokasi Gerbang Tol Cikarang Utama yang mengalami penyempitan akibat proyek jalan tol layang ke Gerbang Tol Cikampek Utama di KM 70 Tol Jakarta-Cikampek untuk meminimalkan kemacetan saat arus mudik. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk. segera mengoperasikan jalan tol layang Jakarta-Cikampek II pada Desember 2019. Diperkirakan lalu lintas di jalan tol Jakarta-Cikampek yang saat ini sering macet, akan kembali normal.

    Meski segera beroperasi, hingga kini besarnya tarif tol jalan layang itu masih dihitung. Menurut Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Danang Parikesit, BPJT tengah merumuskan formula untuk menetapkan tarif jalan tol layang Jakarta-Cikampek II. Dia mengakui bahwa perumusan tarif jalan tol Japek Layang cukup pelik karena perbedaan biaya investasi yang mencolok.

    Jalan tol layang Jakarta-Cikampek II dibangun dengan biaya investasi Rp 16,23 triliun sehingga tarif per kilometer di atas Rp 1.000, sedangkan tarif per kilometer jalan tol Jakarta-Cikampek hanya Rp 208.

    "Kemungkinan besar akan rebalancing kira-kira 30 persen (tarif tol) yang di atas (jalan layang) turun, sedangkan yang di bawah akan naik 30 persen. Namun, ini belum final, kami masih akan melakukan berbagai simulasi dan survei untuk melihat seberapa besar reaksi masyarakat," ujarnya.

    Setelah jalan layang rampung, diperkirakan volume lalu lintas akan kembali normal. Berdasarkan data Jasa Marga, lalu lintas di jalan tol Jakarta-Cikampek pada 2018 mencapai 181,60 juta kendaraan. Jumlah tersebut turun 18,10 persen dibandingkan dengan posisi 2016 sebesar 221,75 juta kendaraan. Sejalan dengan penurunan trafik, pendapatan juga lungsur 6,27 persen.

    Dwimawan Heru, Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga, mengatakan bahwa jalan tol layang diperkirakan bisa beroperasi secara fungsional pada masa libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

    "Diharapkan gangguan perjalanan pada jalan tol berkurang sehingga secara bertahap lalu lintas di jalan tol Jakarta—Cikampek akan mengalami recovery," ujarnya pekan lalu.

    Menurut Dwimawan, PT Jasarmaga Jalanlayang Cikampek (JJC), anak usaha Jasa Marga dan Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat, tengah dalam tahap pembahasan terkait dengan mekanisme pengoperasian jalan tol layang Japek II.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.