Jokowi Minta Cina Tingkatkan Impor CPO dari RI

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi berbincang dengan Presiden Cina Xi Jinping di ruang Leaders Area, INTEX Osaka, Jepang, di sela penyelenggaraan KTT G20, Jumat, 28 Juni 2019. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

    Presiden Jokowi berbincang dengan Presiden Cina Xi Jinping di ruang Leaders Area, INTEX Osaka, Jepang, di sela penyelenggaraan KTT G20, Jumat, 28 Juni 2019. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Bogor - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengharapkan Cina meningkatkan impor minyak sawit mentah (crude palm oil atau CPO) dari Indonesia. Harapan itu ia sampaikan dalam pertemuan dengan Penasihat Hubungan Luar Negeri Presiden Cina Xi Jinping, Song Tao.

    "Secara khusus bidang perdagangan, Presiden berharap impor Tiongkok CPO ditingkatkan dan juga berbagai komoditas lain seperti buah-buahan dan aquatic (perikanan)," kata Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir usai mendampingi Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat, 20 September 2019.

    Fachir mengatakan, secara garis besar, kedua negara berkomitmen untuk meningkatkan hubungan dan kerja sama, khususnya di bidang perdagangan. Upaya-upaya peningkatan kerja sama perlu dilakukan agar kondisi ekonomi dunia tak berdampak negatif ke Cina dan Indonesia.

    Di bidang investasi, kata Fachir, Jokowi menyampaikan harapannya agar Cina melihat peluang kerja sama melakukan produksi yang berorientasi ekspor, baik ke Afrika, Timur Tengah, hingga Amerika.

    Sementara investasi yang sifatnya lebih infrastruktur, Jokowi berharap kelanjutan upaya yang sudah dilakukan, seperti sinergi melalui belt and road initiative (BRI) dengan poros maritim Indonesia.

    "Secara khusus, Presiden berharap mudah-mudahan kerja sama bidang perdagangan ini bisa mengurangi dampak dari defisit Indonesia dengan Tiongkok," katanya.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.