Macet saat Arus Balik Lebaran, JK: Lahan Parkir Harus Ditambah

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Sri Sultan Hamengkubuwono X melakukan kunjungan kerja di Bandara Internasional Yogyakarta atau BIY, Sabtu, 4 Mei 2019. Foto: Istimewa

    Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Sri Sultan Hamengkubuwono X melakukan kunjungan kerja di Bandara Internasional Yogyakarta atau BIY, Sabtu, 4 Mei 2019. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta -Arus mudik dan arus balik selama libur Hari Raya Idul Fitri 1440 H dinilai berjalan lancar. Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan kesiapan infrastruktur dari pemerintah membuat arus mudik dan arus balik relatif lebih lancar.

    BACA: Macet Parah saat Arus Balik, JK: Tanda Kemakmuran Masyarakat Meningkat

    "Tidak ada kemacetan artinya dibandingkan 2015 kemarin, karena infrastruktur semakin baik," kata Jusuf Kalla atau yang akrab disapa JK di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Selasa, 11 Juni 2019.

    Menurutnya, meski terdapat sejumlah titik macet hal itu lebih disebabkan adanya tempat istirahat atau rest area di jalan tol yang tidak mampu menampung arus pemudik. "Lain kali parkir harus di tambah," katanya.

    Selain itu untuk arus balik, terjadi penumpukan perjalanan menuju Jakarta disebabkan waktu libur yang telah hampir habis sehingga terjadi perjalanan dalam jumlah besar sekaligus.

    "Yang pertama [arus mudik] itu perginya ada lima hari, jadi satu juta mobil itu bergerak lima hari jadi agak longgar, tapi umumnya mereka pulang pada Sabtu-Minggu, jadi pasti dua kali lipat arus itu masuk [arus balik]," katanya.

    BACA: Arus Balik di Stasiun Gambir Masih Terpantau Padat

    Lebih lanjut JK menilai tingginya penggunaan mobil pribadi dibandingkan angkutan umum pada arus mudik 2019 lebih dikarenakan masyarakat pemudik ingin kenyamanan. Penggunaan kendaraan pribadi di kampung halaman juga mempermudah pergerakan bersilahturahmi dengan keluarga.

    "Makin banyak mobil dipakai mudik juga berarti kemajuan perekonomian atau kemampuan kita naik," katanya.

    Menurutnya, makna lain dari kemacetan adalah bertambahnya jumlah mobil di jalan raya. Hal ini juga menunjukkan terjadinya peningkatan daya beli di tengah masyarakat.

    "Kemacetan itu terjadi jika banyak mobil, banyak mobil apabila kemakmuran naik atau pendapatan negara naik. Jadi tanda-tanda kebaikan sebenarnya [macet itu], jangan hanya dilihat dari susahnya, itu tanda dari kemakmuran naik," katanya.

    Baca berita tentang Arus Balik lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.