LPDB Pastikan Bunga Tetap Rendah meski Menggandeng Fintech

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dirut LPDB Braman Setyo, usai menghadiri pembukaan Rakornas Kemenkop dan UKM di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Kamis, 2 Mei 2019. (Dok.LPDB-KUMKM)

    Dirut LPDB Braman Setyo, usai menghadiri pembukaan Rakornas Kemenkop dan UKM di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Kamis, 2 Mei 2019. (Dok.LPDB-KUMKM)

    INFO BISNIS – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) memastikan akan tetap memberikan bunga rendah meski dalam penyaluran dananya menggandeng financial technology (fintech).

    "Masyarakat tidak perlu khawatir, bunga pinjaman LPDB itu tetap jauh di bawah bunga pinjaman yang diberikan perusahaan fintech, yaitu di bawah 10—15 persen efektif," kata Direktur Utama LPDB Braman Setyo setelah menghadiri pembukaan Rakornas Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Kamis malam, 2 Mei 2019.

    Braman menambahkan, pihaknya sudah sepakat dengan salah satu vendor fintech terkait dengan patokan bunga pinjaman tersebut. Ia menjelaskan, sebenarnya tujuan LPDB menggandeng fintech semata-mata mempermudah dan mempercepat proses pengajuan dana bergulir oleh calon mitra.

    Dalam pelaksanaannya nanti, kata Braman, pihaknya akan mengadakan pendampingan bagi calon mitra. Ia mengakui, untuk biaya para pendamping itu, sepenuhnya menjadi tanggung jawab LPDB.

    "Bagi para pendamping, nanti akan kita biayai sendiri. Dana bagi pendamping itu akan diambilkan dari modal LPDB, tidak kita masukkan di dalam akumulasi dari biaya UKM itu sendiri," ucapnya.

    Terkait dengan adanya kekhawatiran akan terseretnya nama besar LPDB menjadi negatif karena menggandeng fintech yang diibaratkan rentenir modern, menurut Braman, stigma negatif itu tidak akan muncul selama bunga yang diberikan LPDB tetap kompetitif. 

    "Tidak usah khawatir, jaminannya saya," ujarnya, menegaskan. Ia juga memastikan kerja sama dengan satu fintech itu pada tahap awal bisa mencapai Rp 100 miliar. "Tahap awal ya Rp 100 miliar dulu. Jumlah itu nantinya bisa meningkat sesuai dengan kebutuhan masyarakat," katanya.

    Sementara itu, terkait dengan pencairan pendanaan di Bangka Belitung, Braman mengakui jumlah serapannya masih sangat rendah.

    Karena itu, ujar Braman, melalui Rakornas kali ini, pihaknya berharap bakal mendorong pelaku-pelaku usaha di Bangka Belitung agar berani memanfaatkan pendanaan dengan bunga rendah dari LPDB, sehingga target LPDB yang akan menggulirkan dana Rp 100 miliar pada tahun ini untuk pelaku usaha di Bangka Belitung bisa terwujud. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.