Tiket Pesawat Diminta Diturunkan, AP: Jumlah Penumpang Belum Naik

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di stasiun Skytrain Terminal 2 seusai resmi dibuka pengoperasiannya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 17 September 2017. Twitter.com/Cgk_ap2

    Suasana di stasiun Skytrain Terminal 2 seusai resmi dibuka pengoperasiannya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 17 September 2017. Twitter.com/Cgk_ap2

    TEMPO.CO, Bandung - Direktur Utama PT Angkasa Pura II M Awaluddin mengaku, belum terlihat kenaikan jumlah penumpang pesawat kendati pemerintah sudah meminta maskapai menurunkan harga tiket pesawat. “Belum terlalu. Masih dengan kondisi situasi yang kita masih terdampak, kurang lebih seperti itu,” kata dia di Bandung, Kamis, 17 April 2019.

    Baca: Menhub Budi Karya Minta Garuda Perjelas Soal Tiket Pesawat Murah

    Awaluddin mengatakan, operator bandara juga menunggu realisasi penurunan harga tiket pesawat, apalagi sudah dekat dengan waktu mudik Lebaran 2019. “Sebentar lagi angkutan Lebaran, apakah ada dampak, itulah harapan kita. Kalau pas lagi season yang cukup tinggi ini, mereka akan memanfaatkan traffic angkutan udara ini kita harapkan kebutuhan masyarakat juga terpenuhi. Kalau nggak, nanti ada keberatan masyarakat terhadap besaran tarif,” kata dia.

    Menurut Awaluddin, pekan lalu Menteri Perhubungan mengumpulkan lagi maskapai. “Kami belum dapat hasilnya. Kami juga menunggu itu. Kementerian Perhubungan concern banget dengan bagaimana kemudian aturan tentang keputusan menteri yang baru tentang pengaturan tarif tiket baru, tarif batas atas dan bawahnya, bisa diimplementasikan,” kata dia.

    Awaluddin menilai wajar desakan Kementerian Perhubungan agar maskapai menurunkan tarif karena sudah mendekati musim mudik Lebaran. “Saya rasa wajar pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan sangat concern terhadap hal ini. Kalau yang kami ketahui, mereka sedang memonitor itu cukup ketat progress dari keputusan Menhub untuk tarif baru, pengaturan tarif batas atas dan bawahnya,” kata dia.

    Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan pihaknya melihat ada ketidaktulusan dari maskapai dalam menerapkan potongan tarif. Hal tersebut dilihat dari potongan tarif tiket saat ini yang dalam rangka memperingati hari ulang tahun BUMN ke-42.

    "Makanya saya bilang kalian (Garuda) itu tidak tulus, enggak jujur. Kita kan ngomong sama masyarakat musti jujur. Ya kan harus terbuka dan orang multitafsir kalau kaya begitu, masyarakat ini kan banyak," katanya, di Jakarta, Rabu, 17 April 2019.

    Budi Karya mengatakan angkutan udara seharusnya menjadi alternatif kedua setelah perjalanan darat saat mudik Lebaran 2019, sehingga perannya sebagai angkutan harus dapat lebih baik dari sisi tarifnya.

    Lebih jauh Budi Karya mengaku sudah bertemu dengan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk. "Saya minta pentarifan itu lebih jelas, disampaikan subprice sudah dilakukan, tapi saya anggap apa yang dilakukan belum jelas. Sama seperti dulu orang beli itu terpampang gitu yang y class, sehingga orang tinggal memilih, kemarin itu tidak jelas," ucapnya.

    Baca: Tiket Pesawat Domestik Mahal, Menpar: Nanti Kita Dipermalukan

    Budi Karya juga meminta supaya ada porsi harga tarif tiket pesawat yang bisa diterima oleh masyarakat banyak, termasuk ada 5 persen-10 persen yang di tarif batas bawah (TBB) atau sebesar 35 persen dari tarif batas atas (TBA).

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.