Usai Twit Presiden Baru, CEO Bukalapak Minta Maaf ke Pendukung Jokowi

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kedua kanan) didampingi Founder dan CEO Bukalapak Achmad Zaky (ketiga kanan) dan Co-Founder dan President Bukalapak Fajrin Rasyid (kanan) meninjau stan mitra Bukalapak saat Perayaan HUT ke-9 Bukalapak di Jakarta, Kamis, 10 Januari 2019. ANTARA

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kedua kanan) didampingi Founder dan CEO Bukalapak Achmad Zaky (ketiga kanan) dan Co-Founder dan President Bukalapak Fajrin Rasyid (kanan) meninjau stan mitra Bukalapak saat Perayaan HUT ke-9 Bukalapak di Jakarta, Kamis, 10 Januari 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Founder dan CEO Bukalapak Achmad Zaky meminta maaf kepada pendukung Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Hal itu dia lakukan usai menulis twit ihwal industri 4.0 yang menyinggung presiden baru.
     
    "Buat pendukung Pak Jokowi, mohon maaf jika ada yang kurang sesuai kata-kata saya jadi misperception," tulis akun @achmadzaky, Kamis, 14 Februari 2019.
     
     
    Zaky mengatakan kenal dengan Jokowi sebagai orang yang baik. "Bahkan sudah saya anggap seperti Ayah sendiri (sama-sama orang Solo)," tulis akun itu.
     
    Zaky menegaskan tidak ada niat buruk dari tweetnya itu.  Sebelumnya Zaky mengatakan omong kosong industri 4.0 kalau budget riset dan pengembangan negara seperti saat ini. Dia menunjukkan data perbandingan dana tersebut dengan negara-negara lain.
     
     
    Dia menuliskan dana riset dan pengembangan di Amerika sebesar US$ 511 miliar, Cina US$ 451 miliar, Jepang US$ 165 miliar, Jerman US$ 118 miliar, Korea US$ 91 miliar, Taiwan US$ 33 miliar, Australia US$ 23 miliar, Malaysia US$ 10 miliar, Singapore US$ 10 miliar, dan Indonesia US$ 2 miliar. "Mudah-mudahan presiden baru bisa naikin," tulis akun @achmadzaky.
     
    Pada pukul 22.40 tagar #uninstallbukalapak menjadi viral dan telah ditwit mencapai 5.100. Achmad Zaky belum merespons pertanyaan Tempo ihwal twit tersebut.
     
     
    Beberapa waktu kemudian, akun itu kembali menulis bahwa twit yang dia buat telah viral. "Bangun-bangun viral tweet saya gara-gara 'presiden baru', maksudnya siapa pun, bisa Pak Jokowi juga. Jangan diplintir ya :) lets fight for innovation budget," tulis akun @achmadzaky.
     
    Menurut Zaky, tujuan dari tweetnya adalah menyampaikan fakta bahwa dalam 20 sampai 50 tahun ke depan, Indonesia perlu investasi di riset dan sumber daya manusia kelas tinggi. Dia mengatakan jangan sampai Indonesia kalah sama negara-negara lain.
     
    Zaky juga mengatakan selama ini kebijakan serta dukungan Pemerintah Indonesia sangat menyemangati Bukalapak. "Semoga ke depannya industri teknologi atau industri berbasis pengetahuan semakin maju," ujar Zaky. Pada pukul 23.30 tagar #uninstallbukalapak sudah ditwit mencapai 10.700 kali.
     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.