Puluhan Jet Pribadi Orang Kaya Arab Saudi Terlantar di Bandara

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat jet bisnis Bombardier Global 7000 yang dipamerkan dalam konferensi dan pameran Aviation Business Association Nasional di Bandara Eksekutif Henderson, Nevada, 8 Oktober 2017.  REUTERS/David Becker

    Pesawat jet bisnis Bombardier Global 7000 yang dipamerkan dalam konferensi dan pameran Aviation Business Association Nasional di Bandara Eksekutif Henderson, Nevada, 8 Oktober 2017. REUTERS/David Becker

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemberantasan korupsi di Arab Saudi telah benar-benar memukul industri jet pribadi negara kerajaan tersebut. Sumber Reuters menginformasikan bahwa puluhan pesawat bernilai ratusan juta dolar Amerika Serikat (AS) yang dimiliki oleh perorangan dan perusahaan charter terdampar di bandara di seluruh negara, termasuk Riyadh dan Jeddah.

    Beberapa di antaranya telah diserahkan kepada negara setelah tindakan pemberantasan dilancarkan pada akhir 2017 yang berujung pada penahanan puluhan pangeran, pengusaha dan pejabat pemerintah, termasuk yang memiliki hubungan dengan keluarga kerajaan.

    Pesawat jet lainnya milik warga Saudi yang menghadapi larangan bepergian atau enggan menerbangkan pesawat. Mereka khawatir dinilai mempertontonkan kekayaan yang dinilai sebagai cemoohan terhadap kampanye antikorupsi pemerintah.

    Kantor media pemerintah Arab Saudi belum memberi tanggapan untuk mengomentari dampak dari tindak antikorupsi terhadap industri jet pribadi. Dampak kampanye antikorupsi pada komunitas bisnis dan perusahaan swasta, yang telah terbebani pelemahan harga minyak dan kepercayaan konsumen, juga menghancurkan kepercayaan investor. Hal ini berkontribusi terhadap rasa ketidakpastian seputar kebijakan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

    Pesawat yang telantar, yang disebut-sebut diperkirakan mencapai sekitar 70 unit, di antaranya adalah Bombardier dan jet Gulfstream. Ada juga pesawat Airbus dan Boeing berukuran lebih besar yang lebih sering dikaitkan dengan maskapai komersial tetapi kerap digunakan di Timur Tengah sebagai jet pribadi.

    Satu pesawat Boeing 737 MAX atau Airbus A320neo dapat menelan biaya hingga US$ 130 juta. Namun biaya pesawat tergantung pada teknologi dan fasilitas, termasuk kamar tidur pribadi, ruang pertemuan dan bahkan peralatan olahraga.

    Chief Commercial Officer VistaJet Ian Moore membandingkannya dengan situasi di China. Penumpasan antikorupsi di Cina juga telah melemahkan pasar jet pribadi. "Tidak terlalu bagus secara politis saat ini, terutama memiliki pesawat sendiri," katanya kepada Reuters.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Puncak Gunung Everest Mencair, Mayat Para Pendaki Tersingkap

    Akibat menipisnya salju dan es di Gunung Everest, jenazah para pendaki yang selama ini tertimbun mulai tersingkap. Ini rincian singkatnya.