Lion Air Jatuh, Korban Kecelakaan Pesawat 2018 Naik Drastis

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyelidik dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Indonesia dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) Amerika Serikat memeriksa puing-puing pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis, 1 November 2018. Sebanyak 189 penumpang dan awak pesawat tidak ada yang selamat dalam kecelakaan pesawat tersebut. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Penyelidik dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Indonesia dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) Amerika Serikat memeriksa puing-puing pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis, 1 November 2018. Sebanyak 189 penumpang dan awak pesawat tidak ada yang selamat dalam kecelakaan pesawat tersebut. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan pesawat meningkat drastis selama 2018 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Laporan Jaringan Keselamatan Penerbangan (Aviation Safety Network/ASN) menunjukkan insiden pesawat jatuh menewaskan sebanyak 556 orang pada tahun lalu. Sedangkan insiden terparah pada 2018 terjadi ketika pesawat maskapai Lion Air jatuh di Indonesia yang mengakibatkan 189 orang meninggal dunia.

    Baca: Keluarga Korban Lion Air Demo di Istana, Kirim Surat ke Jokowi

    Pada 2017 jumlah korban tewas hanya tercatat 44 orang. Tahun itu juga tercatat sebagai 'tahun teraman bagi pesawat komersial sepanjang sejarah' lantaran tidak ada pesawat penumpang yang dilaporkan jatuh.

    ASN mencatat ada sebanyak 15 insiden fatal sepanjang 2018 antara lain jatuhnya pesawat maskapai Lion Air jenis Boeing 737 Max di Laut Jawa sesaat setelah lepas landas. Kejadian kedua adalah pesawat jatuh di Kuba pada Mei yang menewaskan 112 orang, sebanyak 66 orang meninggal dunia dalam insiden pesawat jatuh di pegunungan Zagros, Iran, pada Februari 2018 dan pesawat jatuh saat mendarat di Bandara Kathmandu, Nepal, pada Maret, yang menewaskan 51 orang.

    Meski banyak korban tewas, secara keseluruhan keamanan transportasi udara telah berkembang selama 20 tahun terakhir. "Jika tingkat insidennya tetap sama seperti 10 tahun lalu maka akan ada 39 kecelakaan fatal tahun lalu," kata Direktur ASN, Harro Ranter sebagaimana dikutip BBC.com, Rabu, 2 Januari 2019.

    "Merujuk tingkat kecelakaan pada tahun 2000, akan ada 64 kecelakaan fatal. Ini menunjukkan adanya kemajuan luar biasa dalam konteks keamanan selama dua dekade belakangan," katanya.

    ASN menyatakan kecelakaan akibat hilang kendali (loss-of-control/LOC) menjadi sorotan utama di bidang keselamatan transportasi udara mengingat hal ini menjadi penyebab sedikitnya 10 dari 25 insiden terparah selama lima tahun terakhir.

    LOC merupakan penyimpangan dari rute penerbangan seharusnya dan kondisi ini bisa diakibatkan faktor teknis pesawat, kesalahan manusia, atau lingkungan. Sebagian besar penumpang dalam kecelakaan pesawat LOC tidak bisa selamat.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.