Konferensi Pers, Para Pilot Lion Air: Keselamatan Nomor Satu

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beberapa pilot Lion Air saat mengelar konferensi pers saat menyampaikan pilot statement mengenai keselamatan penerbangan di maskapai Lion Air, di Gedung Simulator Lion Air, Bandara Mas, Selapanjang, Tangerang, Sabtu, 1 Desember 2018. Tempo/Dias Prasongko

    Beberapa pilot Lion Air saat mengelar konferensi pers saat menyampaikan pilot statement mengenai keselamatan penerbangan di maskapai Lion Air, di Gedung Simulator Lion Air, Bandara Mas, Selapanjang, Tangerang, Sabtu, 1 Desember 2018. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa pilot Lion Air mengelar konferensi pers di Gedung Simulator Lion Air, Selapajang, Tangerang, Sabtu, 1 Desember 2018. Dalam kesempatan itu, para pilot Lion Air menyampaikan bahwa semua pilot yang bekerja akan memenuhi standar keselamatan penerbangan.

    Baca juga: Lion Air Bantah Pernyataan KNKT Soal Pesawat Tak Laik Terbang

    "Mewakili rekan-rekan kami, kami menyampaikan untuk tetap disiplin, menekankan safety yang tinggi bagi seluruh rekan-rekan penerbang," kata Captain Rusmanur Effendy saat mengelar konferensi pers, Sabtu.

    Adapun, konferensi pers tersebut digelar untuk menanggapi masih hangatnya berita mengenai jatuhnya Lion Air JT610 pada 28 Oktober 2018. Selain itu, dalam acara ini pilot Lion Air menyampaikan bahwa prosedur keselamatan tersebut selalu ditekankan lewat pelatihan-pelatihan yang dilakukan perusahaan.

    Effendy menjelaskan, bahwa seluruh pilot yang bekerja di Lion Air selalu dididik untuk disiplin dalam menerbangkan pesawat. Menurut dia, hal ini dilakukan seluruhnya dalam kegiatan pelatihan yang selalu diupdate dilakukan setiap 6 bulan sekali.

    Setiap 6 bulan sekali seluruh pilot bakal menjalankan pelatihan berupa recurrent dan provisiensi. Melalui pelatihan ini seluruh pilot diwajibkan lulus menjalankan simulasi, jika tidak harus mengulang pelatihan.

    Dalam pelatihan ini, seluruh kemampuan pilot penerbang akan selalu diperbaharui lewat berbagai pelatihan khususnya menggunakan simulator. Dengan pelatihan lewat alat simulasi tersebut, para penerbang akan dilatih untuk menghadapi seluruh kondisi yang mungkin terjadi saat mengemudikan pesawat.

    "Selain itu, setiap awal kerjaan sebelum penerbangan, harus dipastikan sehat dulu, cek flight operation, cek tingkat alkohol dan tensi. Kalau ternyata tidak memenuhi pilot akan diganti," kata Effendy.

    Dari segi teknis, kata Effendy, seluruh pilot juga akan memastikan kelengkapan dokumen pesawat, standar kelaikan termasuk memastikan tidak ada kerusakan. Jika perlu pilot dianjurkan berdiskusi dengan petugas teknik dan inspektur untuk memastikan standar penerbangan sudah terlaksana.

    "Artinya kami tidak main-main dengan safety. Dengan pelatihan, dengan banyak instruktur kami lakukan monitor. Bahkan seluruh penerbangan dimonitor, enggak ada pesawat yang enggak laik terbang," kata Effendy mewakili para pilot Lion Air.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.