Kontruksi Proyek Jalan Tol Terpanjang di Indonesia Belum Dimulai

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung melihat salah satu stan pembangunan jalan tol di pameran Indonesia Infrastruktur Week (IIW) 2018, Kemayoran, Jakarta, 1 November 2018. IIW 2018 mengadopsi konsep Show Within a Show dengan membawa enam pameran dagang vertikal dalam ruang lingkup sektor infrastruktur, yaitu InfraEnergy Indonesia, InfraPorts Indonesia, InfraSecurity Indonesia, InfraRail Indonesia, InfraWater Indonesia, dan Special Economic & Industrial Zones (SEIZ). TEMPO/Muhammad HIdayat

    Pengunjung melihat salah satu stan pembangunan jalan tol di pameran Indonesia Infrastruktur Week (IIW) 2018, Kemayoran, Jakarta, 1 November 2018. IIW 2018 mengadopsi konsep Show Within a Show dengan membawa enam pameran dagang vertikal dalam ruang lingkup sektor infrastruktur, yaitu InfraEnergy Indonesia, InfraPorts Indonesia, InfraSecurity Indonesia, InfraRail Indonesia, InfraWater Indonesia, dan Special Economic & Industrial Zones (SEIZ). TEMPO/Muhammad HIdayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat melansir pembangunan ruas jalan tol Probolinggo—Banyuwangi atau Probowangi belum memulai tahap konstruksi karena masih merampungkan trase. Konstruksi jalan tol sepanjang 174 kilometer ini pun berpotensi mundur.

    Baca: Warga Bambu Apus Keluhkan Banjir Imbas Jalan Tol Serpong-Cinere

    Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Sugiyartanto mengatakan bahwa topografi ruas Probowangi memang menantang karena melewati daerah pegunungan. Di samping itu, pihaknya juga merelokasi trase di beberapa titik yang bersinggungan dengan fasilitas militer maupun fasilitas sosial.

    Dia menuturkan bahwa di Situbondo, lokasi trase digeser karena bersinggungan dengan dengan fasilitas latihan militer. Di titik lain, trase juga menyinggung pesantren sehingga ada opsi untuk merelokasi trase.

    "Ini masih terus kami diskusikan sambil berjalannya waktu. Yang jelas tetap kami kejar," ujarnya seperti yang dilansir Bisnis.com, Selasa 13 November 2018.

    Menurut Sugiyartanto, proses penentuan lokasi atau penlok belum dilakukan seluruhnya. Saat ini baru 30 kilometer dari 174 kilometer yang sudah ditetapkan lokasi pembangunan jalan tol. Dengan kondisi demikian, konstruksi jalan tol Probowangi belum dimulai.

    Data Ditjen Bina Marga menunjukkan bahwa per Oktober 2018 progres pembebasan lahan dan progres konstruksi masih nihil. Padahal, berdasarkan catatan Bisnis, konstruksi jalan tol Probowangi diharapkan bisa dimulai pada awal 2018.

    Penetapan lokasi merupakan pangkal dari proses pembebasan lahan. Proses ini akan menentukan tahap selanjutnya, yakni tahap konstruksi.

    Jalan tol Probowangi yang konsesinya dimiliki oleh PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi membentang sejauh 174 kilometer melewati empat kabupaten di Jawa Timur. Jalan tol ini terbagi lima seksi, yaitu seksi 1 SS (simpang susun) Kraksaan—Paiton (15,75 kilometer), seksi 2 SS Paiton—SS Besuki (21,89 kilometer), dan seksi 3 SS Besuki—SS Situbondo (43,48 kilometer), seksi 4 SS Asembagus—SS Bajulmati (43,61 kilometer) dan seksi 5 SS Bajulmati—Ketapang (21,45 kilometer).

    Bila sudah beroperasi, jalan tol Probowangi akan menjadi jalan tol terpanjang di Indonesia.

    JIka beroperasi, jalan tol Probowangi akan mengalahkan rekor jalan tol terpanjang saat ini, yakni tol Cikopo—Palimanan sejauh 116 kilometer yang sudah beroperasi sejak 2015.

    Jalan tol Procowangi juga melengkapi jalan tol Trans-Jawa yang hingga akhir 2018 ditargetkan rampung hingga Probolinggo.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?