Jokowi: Indonesia Fokus Pengembangan Produk Unggulan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah layar yang memperlihatkan Presiden Joko Widodo saat berbicara dalam pembukaan rapat pleno Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 yang digelar di Nusa Dua, Bali, Jumat, 12 Oktober 2018. TEMPO/Subekti

    Sebuah layar yang memperlihatkan Presiden Joko Widodo saat berbicara dalam pembukaan rapat pleno Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 yang digelar di Nusa Dua, Bali, Jumat, 12 Oktober 2018. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjelaskan Indonesia perlu fokus kepada pengembangan produk-produk unggulan Indonesia antara lain di bidang perkebunan.

    Baca juga: Ekonom: Pidato Jokowi Game of Thrones Menitikberatkan 2 Hal Ini

    "Kita harus fokus untuk menggarap produk-produk bahan alam kita. Bisa saja, kenapa tidak," kata Jokowi dalam orasi ilmiah di Universitas Kristen Indonesia, Jakarta pada Senin, 15 Oktober 2018.

    Menurut Jokowi, beberapa produk unggulan dapat dikembangkan antara lain dengan membuka fakultas atau program studi yang khusus mempelajari komoditas unggulan seperti kopi, teh, cokelat ataupun kelapa sawit.

    Jokowi menilai itu merupakan potensi besar bagi Indonesia. "Seharusnya keunggulan-keunggulan kita tersebut harus diprioritaskan untuk diajari, untuk diajarkan mulai dari hulu sampai hilir, semuanya dipelajari," ujar Presiden.

    Presiden menilai pendidikan perlu mengembangkan penelitian tentang pengelolaan suatu produk perkebunan unggulan mulai dari menanam hingga memproses hasil jadi produk itu.

    Selain itu, Jokowi pun menjelaskan bahwa kebudayaan dapat menjadi salah satu produk unggulan dari Indonesia. "Kita harus juga fokus garap produk-produk unggulan kebudayaan kita yang potensinya besar, seperti pariwisata," kata Jokowi.

    Jokowi juga mengarahkan agar perguruan tinggi mampu memberikan mahasiswanya pendidikan kewirausahaan. Universitas juga diminta Presiden sebagai induk untuk membantu startup atau usaha rintisan mahasiswanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.