Senin, 21 Mei 2018

Teror Bom, Banyak Turis Asing Diprediksi Batal Melancong ke RI

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para turis asing sedang berselancar di Pantai Green Bowl, Ungasan, Kuta Selatan, Bali, Maret 2017. Tempo/Francisca Christy Rosana

    Para turis asing sedang berselancar di Pantai Green Bowl, Ungasan, Kuta Selatan, Bali, Maret 2017. Tempo/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pariwisata memperkirakan bakal ada penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dari target 17 juga wisatawan mancanegara tahun ini setelah adanya tragedi teror bom bunuh diri di sejumlah wilayah di Tanah Air.

    Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, sejauh ini, setidaknya 12 negara telah mengeluarkan saran perjalanan atau travel advice kepada warga negaranya. Meski begitu, status ini masih dinilai aman karena masih dalam kadar peringatan ringan.

    Sejumlah negara yang mengeluarkan travel advice adalah Amerika Serikat, Inggris, Australia, Singapura, Malaysia, dan Hong Kong. Di dunia internasional, saran perjalanan sendiri terbagi tiga, mulai di tingkat terendah travel advice, tingkat kedua travel warning, dan paling tinggi travel banned.

    “Bisa jadi (terjadi) penurunan (kunjungan wisman) seperti tahun lalu (saat meletusnya Gunung Agung),” kata Arief di Gedung Ali Wardhana Kementerian Koordinator Perekonomian, Rabu, 16 Mei 2018.

    Berkaca pada bencana alam Gunung Agung di Bali tahun lalu, Arief menyebut terjadi penurunan kunjungan sekitar 1 juta turis asing. Jika meletusnya Gunung Agung masuk kategori gangguan natural atau alam, kasus teror bom ini masuk kategori gangguan keamanan.

    Arief mengemukakan pihaknya terus mengabarkan kondisi saat ini kepada wisatawan. Sebaliknya, kementerian serupa di negara lain juga mengumumkan apa pun yang terjadi di Indonesia untuk mengamankan warganya, terlebih negara yang sudah mengeluarkan travel advice tersebut.

    Di sisi lain, pengelola hotel juga mulai meningkatkan pengamanannya. Upaya ini untuk mengantisipasi adanya kelompok tidak bertanggung jawab yang mengganggu keamanan di penginapan.

    Selama beberapa hari terakhir, sejumlah wilayah mengalami teror bom bunuh diri. Sejak Minggu, 13 Mei 2018, setidaknya terjadi empat kali kejadian bom bunuh diri di Surabaya, tiga di antaranya menyerang gereja dan satu di pintu masuk Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya. Selain itu, ledakan bom terjadi di Sidoarjo pada malam harinya. Adapun hari ini, satu terduga teroris tewas terkena peluru aparat keamanan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Abdurrahman dan Abu Bakar Baasyir di Jaringan ISIS Indonesia

    Kelompok pendukung ISIS di Indonesia menjadikan Aman Abdurrahman sebagai pemimpin dan Abu Bakar Baasyir sebagai penasihat.