Menteri PUPR Sebut Tiang Tol Becakayu Ambruk Karena Kurang Baut

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Laboratorium Forensik mencukur besi ulir konstruksi tiang Tol Becakayu, yang ambruk di Jalan Panjaitan, Jakarta Timur, 22 Februari 2018. Petugas menghentikan kegiatan untuk beristirahat siang. Tempo/Imam Hamdi

    Petugas Laboratorium Forensik mencukur besi ulir konstruksi tiang Tol Becakayu, yang ambruk di Jalan Panjaitan, Jakarta Timur, 22 Februari 2018. Petugas menghentikan kegiatan untuk beristirahat siang. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Bogor - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono membantah ada penurunan spesifikasi di balik ambruknya tiang girder proyek tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (tol Becakayu). Menurut dia, penyebab terjadinya kecelakaan itu karena kelalaian akibat mengurangi baut yang digunakan untuk mengikat baja.

    "Bukan. Itu kan cuma baut," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Bogor, 12 Maret 2018. 

    Basuki menuturkan merujuk pada prosedur standar keselamatan, baut yang terpasang harusnya lebih dari empat buah. Di tempat lain, kata dia, biasanya terpasang delapan sampai dua belas baut.

    Simak: Setelah Insiden Tol Becakayu, Ini Langkah Pemerintah

    "Tapi yang terpasang di situ (Becakayu), kalau menurut komite hanya empat. Tapi itu baut, bukan bajanya. Jadi bukan spec (spesifikasi)," ucapnya. 

    Sebabnya, menurut Basuki, ambruknya tiang Becakayu lebih karena kelalaian. "Itu karena kedisiplinan dan pengawasan. Jadi konsultan pengawasnya yang saat itu tidak ada di tempat," kata dia. 

    Proyek tol Becakayu dikerjakan oleh PT Waskita Karya selaku kontraktor. Sebabnya Basuki berujar pihaknya sore nanti akan mengirimkan rekomendasi sanksi kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.