Ketemu Luhut Pandjaitan, Menperin Bahas Revolusi Industri 4.0

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meninjau PT INKA di Madiun, 18 Januari 2018. FOTO ANTARA

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meninjau PT INKA di Madiun, 18 Januari 2018. FOTO ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyambangi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu, 7 Maret 2018. Keduanya berencana membahas soal implementasi revolusi industri generasi keempat.

    "Sekarang Kementerian lain juga ingin melaksanakan (revolusi industri) ini. Bagi Kemenperin, makin banyak yang berbicara tentang revolusi industri 4.0 ini artinya semakin bagus, " kata Airlangga sesaat setelah tiba di Gedung Kemenko Maritim.

    Baca: PSI Jumpa Jokowi, Menteri Luhut: Siapa Saja Boleh Jumpa Presiden

    Airlangga menyebutkan bahwa Indonesia telah siap memasuki era industri digital atau Revolusi Industri 4.0. Menurut Airlangga, kesiapan tersebut didukung oleh dua faktor, yakni kemampuan dan sumber daya manusia.

    "Kita punya dua-duanya. Dari talent kita punya universitas terbanyak di ASEAN dan sumber daya manusia kita juga telah memasuki golden era," ucap Airlangga. Golden era atau era keemasan tersebut, kata Airlangga, ditandai dengan semakin banyaknya anak muda yang masuk dalam usia produktif sebagai tenaga kerja.

    Airlangga menjelaskan, revolusi industri nantinya tidak hanya mengimplementasikan robotisasi dan otomatisasi. Revolusi industri juga akan mendorong konektivitas melalui internet. "Jadi berbasis data dan artificial intelligence," Airlangga menambahkan.

    Ia menjelaskan, Indonesia harus siap menuju industri berbasis digital karena negara-negara lain di dunia juga banyak yang sudah mulai mengimplementasikannya. Menurut dia, dengan modal beberapa startup unggulan dan punya pasar yang sangat besar di ASEAN, Indonesia memiliki modal untuk memulai industri berbasis digital itu.

    Kemenperin tengah memprioritaskan pengembangan di lima sektor industri nasional yang akan menjadi percontohan dalam implementasi sistem Industry 4.0, yakni indutri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian jadi, otomotif, elektronik, dan kimia. Kelima sektor tersebut diharapkan mampu menjadi light house dan mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Airlangga mengaku pihaknya juga terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholders untuk menyusun roadmap Industry 4.0 dan kegiatan sosialisasinya.

    Baca berita lainnya tentang Luhut di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    30 Kursi Pejabat BUMN dan Pemerintah Diisi Perwira Polisi

    Sebagian dar 30 perwira polisi menduduki jabatan penting di lembaga pemerintah. Sebagian lainnya duduk di kursi badan usaha milik negara alias BUMN.