Chatib Basri: Big Data Membuat Perusahaan E-Commerce Jadi Bank

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan M. Chatib Basri, resmikan penerbitan uang NKRI di Gedung BI, Jakarta, 18 Agustus 2014. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Menteri Keuangan M. Chatib Basri, resmikan penerbitan uang NKRI di Gedung BI, Jakarta, 18 Agustus 2014. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Keberadaan big data telah mengubah banyak sektor. Salah satunya dalam perekonomian. Hal tersebut disampaikan Chatib Basri, pengamat ekonomi, dalam seminar Disrupsi Digital yang diadakan Media Indonesia di Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, pada Senin, 15 Februari 2018.

    Big data ini kini dimiliki banyak perusahaan e-commerce, seperti Go-Jek dan Tokopedia. "Ke depan itu, perusahaan yang e-commerce ujungnya bisa menjadi bank. Mereka bisa memanfaatkan data dari individu, lalu punya wallet dan menjadi bank," kata Chatib.

    Baca: Disebut Masuk Calon Kuat Gubernur BI, Ini Jawaban Chatib Basri 

    Big data, menurut Chatib, merupakan kekuatan yang luar biasa. Kemampuan perubahan perusahaan e-commerce menjadi bank ditakutkan para bank. Hal itu, ucap Chatib, yang mendorong bank bergabung dengan finansial technology (fintech).

    "Telco, bank, dan fintech ke depan harus bekerja sama," ucap Chatib. "Kalau tiga ini bersatu, akan ada kekuatan ekonomi yang luar biasa."

    Salah satu bank yang telah menjalankan bentuk kerja sama dengan perusahaan e-commerce ialah PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Tbk. BTPN bekerja sama dengan Telkomsel T-Cash untuk mengembangkan fintech yang menghasilkan produk Wow! dan Jenius.

    FADIYAH | MWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.