Pertamina: Konsumsi Premium Turun, Beralih ke BBM Non-Subsidi

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara mobil mengantre bahan bakar di SPBU Pertamina. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Pengendara mobil mengantre bahan bakar di SPBU Pertamina. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertamina menilai masyarakat kini mulai beralih menuju konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang kualitasnya lebih baik.

    Hal itu tercermin dari kenaikan konsumsi BBM Pertalite, Pertamax, dan Dex series selama Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, sedangkan Premium justru menunjukkan penurunan.

    "Soalnya, lebih baik juga untuk peforma mesin kendaraan dan lingkungan," ujar Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Adiatma Sardjito, dalam keterangan resminya, Jumat, 5 Januari 2018.

    Baca juga: Setelah Blok Mahakam di Tangan Pertamina

    Konsumsi Premium turun 33 persen dibandingkan tahun lalu menjadi 28 ribu kiloliter. Sementara itu, konsumsi Pertalite dan Pertamax mencatatkan kenaikan konsumsi sebesar dua digit.

    Untuk Pertalite, kenaikan konsumsi tercatat sebesar 50 persen menjadi 49 ribu kiloliter dibandingkan periode sama pada tahun sebelumnya yang sebanyak 34 ribu kiloliter.

    Konsumsi Pertamax disebut naik 21 persen menjadi 17 ribu kiloliter, sedangkan Pertamax Turbo melejit 53 persen menjadi 790 kiloliter.

    Konsumsi BBM Dex Series juga mencatatkan kenaikan permintaan. Jenis Pertamina Dex tumbuh 79 persen menjadi 2.200 kiloliter, sedangkan Dexlite meroket hingga 121 persen menjadi 1.700 kiloliter.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.