Jalan Tol Sumo Diprediksi Ramai Pengguna, PUPR Lakukan Antisipasi

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menaiki mobil listrik Ezzy II milik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) saat peresmian Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) seksi IB, seksi II, dan seksi III di gerbang Tol Warugunung, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (19/12). Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) yang diresmikan yaitu seksi IB Sepanjang-WRR (4,3 KM), seksi ll WRR-Driyorejo (5,1 Km), dan seksi III Driyorejo-Krian (6,1 Km). ANTARA FOTO/Umarul Faruq

    Presiden Joko Widodo menaiki mobil listrik Ezzy II milik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) saat peresmian Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) seksi IB, seksi II, dan seksi III di gerbang Tol Warugunung, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (19/12). Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) yang diresmikan yaitu seksi IB Sepanjang-WRR (4,3 KM), seksi ll WRR-Driyorejo (5,1 Km), dan seksi III Driyorejo-Krian (6,1 Km). ANTARA FOTO/Umarul Faruq

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melakukan antisipasi kepadatan lalu lintas di pintu keluar Jalan Tol Sumo yang menghubungkan Surabaya dengan Mojokerto saat libur Natal dan tahun baru.

    Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Soebagiono dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis, 21 Desember 2017, mengatakan jalan tol yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo pada 19 Desember lalu itu dipastikan akan dibanjiri pengguna jalan.

    "Jalan Tol Sumo dibuka pasti akan banyak yang pakai jalan itu. Tapi bagaimana kami mengantisipasi titik keluar di Jombang itu," kata Soebagiono.

    Baca juga: Setelah Diresmikan Jokowi, Tol Sumo Gratis Seminggu

    Menurut dia, antisipasi yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan kepolisian agar tidak terjadi kemacetan karena jalur yang menyempit.

    "Kami prediksi akan ada bottleneck di situ. Kami koordinasi agar dari Surabaya ke Jombang jangan sampai seperti Brexit tahun lalu," ujarnya.

    Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna menuturkan kondisi jalan tol baru itu dipastikan akan cukup ramai karena baru beroperasi. Belum lagi, hingga akhir tahun 2017, Jalan Tol Sumo tidak dikenai tarif alias gratis.

    Ia menjelaskan, kapasitas Jalan Tol Sumo mampu menampung 46 ribu kendaraan per hari. "Kalau dari sisi jalan tol sendiri, dengan kapasitas tadi, cukup sebetulnya untuk menampung lalu lintas yang lewat," ucapnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.