Kinerja Produsen Kosmetik Dinilai Masih Melempem

Reporter

Editor

Saroh mutaya

Selasa, 4 April 2017 22:15 WIB

Sejumlah kosmetik Innisfree ditampilkan di gerai pertama produk kecantikan asal Pulau Jeju, Korea, itu di Central Park Mall, Jakarta Barat. Tempo/Zara Amelia

TEMPO.CO, Jakarta - Emiten kosmetik masih belum menunjukkan kinerja yang ciamik pada tahun lalu seiring dengan ketatnya kompetisi dan belum pulihnya daya beli masyarakat.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, tiga emiten manufaktur yang memproduksi kosmetik dan produk personal care telah menyampaikan laporan keuangan 2016, yaitu PT. Mustika Ratu Tbk. (MRAT), PT Martina Berto Tbk. (MBTO), dan PT Mandom Indonesia Tbk. (TCID).

Secara kumulatif, tiga emiten tersebut membukukan pendapatan sebesar Rp3,44 triliun sepanjang 2016, atau tumbuh 3,46 persen secara tahunan. Kenaikan itu ditopang kenaikan penjualan bersih TCID sebesar 9,15 persen year on year dari Rp 2,31 triliun menjadi Rp2,53 triliun. Adapun penjualan MRAT dan MBTO turun masing-masing 19,56 persen dan 1,34 persen secara tahunan. Dalam periode 2010-2015, pendapatan MRAT tidak beranjak dari kisaran Rp 350 miliar - Rp 450 miliar per tahun.

Simak:
Menteri Susi : Kalau Buang Sampah ke Laut, Rumahnya Juga Saya Buang
Avtur Tumpah di Bandara, Pemerintah Investigasi Pesawat Lion Air
Menhub: Presiden Jokowi Setujui Tarif Batas Bawah Taksi Online

Dari sisi profi tabilitas, MRAT dan TCID mengalami penurunan laba bersih. Pada 2016, laba bersih TCID melorot 70,24 persen menjadi Rp 162,06 miliar lantaran perseroan tidak lagi memperoleh pendapatan dari penjualan aset tetap senilai miliaran rupiah seperti yang dikantongi pada 2015. Senada dengan TCID, laba bersih MRAT juga tergerus akibat kinerja penjualan yang seret dan rugi selisih kurs yang membengkak lebih dari empat kali lipat.

Akibatnya, MRAT mengantongi rugi bersih Rp5,55 miliar pada tahun lalu, atau berbalik dari posisi laba bersih Rp1,04 miliar pada tahun sebelumnya. Presiden Direktur Mandom Indonesia Muhammad Makmun Arsyad menuturkan penjualan bersih TCID bersumber dari dalam negeri senilai Rp1,88 triliun, atau tumbuh 10,6 persen yoy dan penjualan luar negeri senilai Rp 650,48 miliar, atau tumbuh 5,2 persen yoy.

“Strategi Mandom Indonesia untuk memfokuskan penjualan pada produk fast moving terbukti dapat mendukung pencapaian penjualan domestik,” ujarnya melalui keterangan resmi, baru-baru ini.


Makmun menambahkan pada 2017, TCID menargetkan pertumbuhan penjualan dua digit. Tambahan 10 titik distribusi memudahkan perseroan mengembangkan pasar ke kawasan timur Indonesia. Target pertumbuhan dua digit juga dibidik oleh MBTO. Direktur Utama Martina Berto Bryan David Emil menuturkan, perseroan akan melakukan inovasi produk-produk yang sudah ada, menggencarkan promosi, dan memperluas jaringan distribusi.

“MBTO mau tumbuh 15% net sales dan pertumbuhan laba 25 persen pada tahun ini dibandingkan dengan realisasi 2016,” ujar Bryan kepada Bisnis.

Menurut dia, penjualan produkproduk MBTO bakal ditopang oleh produk yang ditujukan untuk segmen menengah dan menengah ke bawah. Saat ini, Martina Berto telah memiliki sepuluh merek produk kecantikan dan personal care, yakni Dewi Sri Spa, Sari ayu, Caring, PAC Martha Tilaar, Puspita Martha, Belia, Cempaka, Biokos, Mirabella Cosmetic, dan Rudi Hadisuwarno Cosmetics.

“Ekspor akan kami konsentrasikan ke Asia Pasifi k. Untuk capex kurang lebih Rp45 miliar untuk mesin, pengembangan sistem IT, renovasi gedung dan kendaraan operasional,” paparnya.

Di lantai bursa, saham TCID membukukan capital gain 20 persen sepanjang tahun berjalan ke level Rp 15.000 per saham pada penutupan perdagangan Senin, 3 April 2017. Pada periode serupa, saham MBTO terkoreksi 3,78 persen ke level Rp178 per saham, sedangkan saham MRAT stagnan pada level harga Rp210 per saham.

BISNIS.COM

Berita terkait

Bisnis Produk Kosmetik Semakin Menjamur, Maklon Jadi Andalan

2 hari lalu

Bisnis Produk Kosmetik Semakin Menjamur, Maklon Jadi Andalan

Bisnis produk kosmetik dan skincare semakin diminati masyarakat Indonesia. Para pengusaha kecantikan mengandalkan maklon untuk produksi kosmetiknya.

Baca Selengkapnya

Riwayat Berkembangnya Mustika Ratu sampai Menjadi PT

9 hari lalu

Riwayat Berkembangnya Mustika Ratu sampai Menjadi PT

Pendiri perusahaan kosmetik Mustika Ratu, Mooryati Soedibyo meninggal pada usia 96 tahun

Baca Selengkapnya

Mooryati Soedibyo Berpulang di Usia 96 Tahun, Modal Rp 25 Ribu Mulai Bangun Mustika Ratu

11 hari lalu

Mooryati Soedibyo Berpulang di Usia 96 Tahun, Modal Rp 25 Ribu Mulai Bangun Mustika Ratu

Pendiri Mustika Ratu Mooryati Soedibyo wafat. Berikut kisah jatuh bangunnya membangun usaha kecantikan Mustika Ratu, modal awal Rp 25 ribu.

Baca Selengkapnya

Studi: Pengguna Instagram dan Snapchat Cenderung Ingin Operasi Kosmetik

55 hari lalu

Studi: Pengguna Instagram dan Snapchat Cenderung Ingin Operasi Kosmetik

Hasil studi menunjukkan adanya korelasi penggunaan Instagram dan Snapchat terhadap keinginan untuk operasi kosmetik.

Baca Selengkapnya

Kemendag Prediksi Keuntungan Sektor Komestik Indonesia 2024 Tembus US$ 1,94 Miliar

12 Januari 2024

Kemendag Prediksi Keuntungan Sektor Komestik Indonesia 2024 Tembus US$ 1,94 Miliar

Kementerian Perdagangan atau Kemendag menilai sektor kosmetik bakal semakin tumbuh pada 2024. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi memperkirakan keuntungan sektor kosmetik Indonesia tahun 2024 mencapai US$ 1,94 miliar.

Baca Selengkapnya

Kemendag Lepas Ekspor Kosmetik Azarine dari Sidoarjo ke Malaysia Senilai Rp 23,25 Miliar

12 Januari 2024

Kemendag Lepas Ekspor Kosmetik Azarine dari Sidoarjo ke Malaysia Senilai Rp 23,25 Miliar

Kemendag emastikan Azarine telah menerapkan kaidah pembuatan kosmetik yang baik, halal dan bersertifikat BPOM.

Baca Selengkapnya

Bahaya Penggunaan Kosmetik Kedaluwarsa, Sayangi Kulit

26 Desember 2023

Bahaya Penggunaan Kosmetik Kedaluwarsa, Sayangi Kulit

Kosmetik kedaluwarsa adalah tempat berkembang biaknya bakteri dan jamur dan berdampak buurk pada kulit. Jadi, jangan dipakai lagi.

Baca Selengkapnya

Menlu Retno Bahas Kerja Sama Sektor Halal dengan Maroko

23 Desember 2023

Menlu Retno Bahas Kerja Sama Sektor Halal dengan Maroko

Menlu Retno Marsudi membahas potensi kerja sama Indonesia dan Maroko di sektor halal dan pengakuan sertifikasi halal.

Baca Selengkapnya

Hati-hati 51 Produk Kosmetik Berbahaya Terbaru, BPOM: Bisa Sebabkan Kanker

14 Desember 2023

Hati-hati 51 Produk Kosmetik Berbahaya Terbaru, BPOM: Bisa Sebabkan Kanker

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis daftar 51 produk kosmetik yang dianggap berbahaya dan bisa menyebabkan kanker.

Baca Selengkapnya

BPOM Blokir 61.784 Tautan Penjual Obat Tradisional hingga Kometik Berbahan Kimia Berbahaya

14 Desember 2023

BPOM Blokir 61.784 Tautan Penjual Obat Tradisional hingga Kometik Berbahan Kimia Berbahaya

BPOM telah memblokir 61.784 tautan atau link penjualan obat tradisional dan suplemen kesehatan ilegal dan mengandung bahan kimia obat.

Baca Selengkapnya